718 Rumah Warga di Sragen Kebanjiran, Lalu Lintas Ring Road Sempat Putus

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Luapan Sungai Mungkung akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Sragen, Sabtu, (1/2/2020) ditambah kiriman air dari hulu mengakibatkan 718 rumah di Sidoharjo terendam banjir hingga ketinggian 1 Meter.

Selain merendam ratusan pemukiman warga, air luapan anak Sungai Bengawan Solo itu juga mengakibatkan arus lalu lintas di jalur protokol Sragen-Solo serta di ring road utara wilayah Tlobongan, sempat lumpuh total akibat tergenang air setinggi hingga 70 sentimeter.

Muat Lebih

Data yang dihimpun di lapangan, banjir mulai melanda sejak pukul 22.00 WIB. Luapan air sungai Mungkung mulai naik perlahan sejak pukul 21.30 WIB dan makin malam terus meningkat.

Sekitar pukul 22.00 WIB, luapan air mulai meluber menggenangi jalan raya Solo-Sragen dan ring road utara. Luapan air makin tak terkendali dan menerjang masuk ke permukiman warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono menyebut dampak terparah terjadi di Dukuh Wirun RT 017-019 dengan 300 rumah warga terendam banjir.

Selain di Wirun, air juga memasuki 120 rumah warga di Kleco Wetan RT 008, 110 rumah di Kleco Wetan RT 009, dan 150 rumah di Kleco Kulon RT 009-010.

“Beberapa rumah di wilayah Pungkruk, Nglebak, Padas, dan wilayah Saradan Karangmalang juga kemasukan air luapan Sungai Mungkung. Jalur lalu lintas di Jalan Solo-Sragen dan Ring Road sempat berhenti beberapa jam akibat genangan air,” ujar Sugeng Priyono.

Sugeng Priyono menjelaskan, banjir membuat warga panik. Dia pun mengimbau kepada warga, khususnya ketua RT masing-masing untuk melakukan kerja bakti membersihkan lingkungan paska-banjir.

Sugeng Priyono meminta warga mengecek dan membersihkan drainase di lingkungan masing-masing dari sampah agar tidak menghalangi aliran air.

“Semalam hampir seluruh potensi SAR di Sragen turun semua untuk antisipasi dampak banjir itu. Dia menyebut ada 14 organisasi SAR yang terjun dibantu TNI, Polri, PSC 119, PMI, perangkat kecamatan, dan warga sekitar,” ujarnya.

Kapolsek Sidoharjo, AKP Agung Ari Purnowo mewakili Kapolres AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengatakan air mulai berangsur surut sekitar pukul 04.00 WIB. Bersamaan itu, arus lalu lintas kembali normal.

“Wilayah paling parah di Dukuh Kleco, Wirun dan Pungkruk. Tapi tidak ada korban jiwa. Menjelang pagi, air sudah mulai surut,” terangnya.[rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *