78 WNA China Tiba di Bandara Soetta Hari Ini, Begini Aturan Baru WNA Bisa Masuk Indonesia

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Warga negara asing (WNA) asal China untuk kesekian kalinya di akhir pekan tiba di Indonesia dengan baju APD lengkap.

Mereka tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandra Soekarno Hatta atau Soetta, Tangerang, Banten, Sabtu (13/2/2021) pagi.

Muat Lebih

“Informasi ya Sabtu (13/2/2020) pukul 6.00 pagi akan tiba WNA asal China di Bandara Soetta,” ungkap Kompol Ahmad Alexander Yurikho. Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Jumat (12/2/2021) malam.

Para turis yang diduga berasal dari Tiongkok itu, sambung Alex, biasanya tiba di Bandara Soetta layaknya ‘astronot’ karena mereka menggunakan hazart atau APD lengkap.

“Kali ini jumlahnya sekitar 78 orang menggunakan pesawat China Southern CZ378 dari Guangzhou,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 130 turis Tiongkok tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (6/2/2021) pagi.

“Kabarnya ada 130 WNA asal China datang melalui Terminal 3, Bandara Soetta pada pukul 6.00 pagi, Sabtu kemarin,” ungkap Kompol Alexander Yuricko, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta kepada rri.co.id.

WNA asal China itu, sambung Alex, menggunakan pesawat China Southern Airline dengan nomor penerbangan CZ387 dari Guangzhou, China.

Seperti diketahui, pemerintah mulai melonggarkan sejumlah aturan. Salah satunya, pemerintah mengizinkan WNA masuk ke Indonesia dengan syarat tertentu yang diatur dalam SK Satgas nomor 9 tahun 2021 yang berlaku efektif pada tanggal 9 Februari 2021.

“Dalam rangka beradaptasi dengan kondisi Covid-19 terkini, pemerintah juga memperhatikan arus keluar masuk pelaku perjalanan luar negeri yang telah tertera dalam surat edaran satgas nomor 8 tahun 2021,” ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (9/2/2021).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan perbedaan dengan aturan sebelumnya. Perbedaan pertama, yakni WNA sudah diperbolehkan masuk Indonesia.

“Dengan syarat merupakan pemegang visa dan izin tinggal sesuai Permenkumham Nomor 26 Tahun 2020, pemegang izin sesuai skema travel corridor arrangement, dan WNA dengan pertimbangan atau izin khusus secara tertulis dari kementerian/lembaga,” katanya saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 9 Februari 2021.

Perbedaan kedua, terkait lokasi isolasi bagi WNI dapat ditanggung oleh pemerintah di Wisma Atlit Pademangan atau biaya mandiri di hotel yang direkomendasikan Satgas Penanganan Covid-19.

Dalam SK Satgas Nomor 9 Tahun 2021, diatur WNI yang mampu mengajukan mekanisme isolasi dengan biaya ditanggung pemerintah. Diantaranya pekerja migran Indonesia, pelajar atau mahasiswa, dan aparatur sipil negara (ASN) yang melakukan perjalanan dinas internasional.

Ketiga, kewajiban karantina dikecualikan bagi WNA pemegang visa diplomatik dan dinas, terkait kunjungan resmi setingkat menteri keatas, dan WNA dengan skema travel corridor arrangement.

“Perlu ditekankan, bahwa mekanisme masuk wilayah NKRI bagi pihak yang dikecualikan ini, tidak menghilangkan kewajiban lain dalam melaksanakan protokol kesehatan lainnya,” lanjut Wiku.

Perbedaan keempat, adanya imbauan karantina mandiri selama 14 hari setelah hasil tes ulang RT-PCR yang kedua, sebelum memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.

Disamping itu, Wiku menegaskan terkait aturan yang mengatur pelaku perjalanan dalam negeri dan internasional, akan berlaku seterusnya dengan waktu yang ditentukan kemudian. Di mana sebelumnya selalu diperbaharui setiap 2 minggu. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *