82,3 Persen Anak Muda Setuju PMP Diajarkan Sejak SD, Begini Respon Nadiem

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia mengungkapkan sebanyak 82,3 persen anak muda menilai diperlukan Pendidikan Moral dan Pancasila (PMP) masuk pelajaran sejak sekolah dasar.

“Lalu ditanya kapan, responden menjawab, jika perlu itu 82,3 persen itu mengatakan sejak SD, ini perlu dipertimbangkan oleh pemangku kebijakan,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survei secara daring, Minggu (21/3).

Muat Lebih

Terkait hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem pun langsung merespons dengan cepat. Dia menilai hasil survei tersebut menunjukkan generasi muda menyadari pentingnya Pancasila dalam pendidikan. Namun Nadiem menginginkan anak-anak bukan hanya menghafal butir-butir pancasila saja saat mengeyam pendidikan.

“Pada kenyataannya pendidikan pancasila di sekolah yang selama ini kita terima cenderung berjarak dari kehidupan sehari hari di masa sekarang dan masa depan,” kata Nadiem menanggapi.

Sehingga nilai dan gagasan dari pancasila kata Nadiem tidak mampu diinternalisasi. Sebab itu, Kemendibud berupaya menjembatani jarak antara pendidikan pancasila dan kehidupan sehari hari maupun masa depan.

“Usai menyelesaikan pendidikan dengan konsep profil pelajar pancasila,” kata Nadiem.

Dia menjelaskan konsep profil pelajar pancasila yang di bawah program merdeka belajar Kemendibud saat ini, terdapat enam komponen dalam profil pelajar Pancasila, yakni beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri bernalar kritis dan kreatif.

“Setiap komponen dimaksudkan untuk menjadi acuan dalam pembentukan karakter mulai integritas, spiritualitas, dan moralitas. Termasuk untuk menjadikan generasi muda yang mampu berkompetisi global, toleransi terhadap perbedaan,” ungkapnya.

Begitu juga kata Nadiem terkait kemandirian sebagai karakter yang dibutuhkan kompetisi global, bernalar kritis untuk memecahkan masalah dalam kehidupan. Lalu kata dia kreatif untuk memutuskan saat menghadapi masalah di berbagai situasi.

“Pendidikan Pancasila di bawah payung merdeka belajar dirancang dengan link and match antara enam komponen pelajar pancasila dengan kehidupan sehari hari masa kini dan masa depan,” ucapnya. [dbm]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *