Ada Ledakan Saat Pesawat MAF Jatuh di Danau Sentani, Pilot Ditemukan Tewas

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pesawat dengan kode penerbangan PK-MEC milik Mission Aviation Fellowship (MAF) dinyatakan jatuh di kawasan Danau Sentani pada Selasa (12/5/2020). Pesawat itu dilaporkan sempat meledak setelah sebagian body-nya masuk ke dalam air.

Nahas, Joice Lin yang merupakan pilot pesawat dengan tujuan Mamit, Kabupaten Tolikara ini, ditemukan meninggal dunia.

Muat Lebih

Danlaud Silas Papare, Marsma Tri Bowo Budi Santoso mengakui, sebelum pesawat jatuh, dirinya mendengar melalui Radio dari Tower adanya komunkasi May Day. Berselang 2 menit kemudian, ia mendapat laporan adanya pesawat jatuh di Danau Sentani.

“Kita bersama Basarnas langsung ke TKP dan melakukan evakuasi jenazah pilot. Ada anggota Lanud yang profesinya sebagai penyelam yang melakukan evakuasi. Kurang dari 2 jam, jenazah korban sudah bisa diangkat dan dibawa ke RS. Bhayangkara,” ungkapnya.

Direktur Pol Airud Polda Papua, Kombes Pol, Kasmolan, mengaku Tim dari Polda Papuamasih melakukan penyelaman untuk mengangkat bangkai pesawat dan kotak hitam.

“Informasi yang kita dapat dengan kedalaman ini kita masih mampu, kita akan gunakan sarana yang sudah disiapkan untuk mengangkat pesawat, informasi kedalamannya 20 meter, tapi kita masih konfirmasi dari anggota yang melakukan penyalaman, kita usahakan semampu kita untuk menangkat bangkai pesawat,” ungkapnya.

Staf Komite Nasional Keselamatan Penerbangan (KNKT), Norbert Tunjanan mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan pihak MAF untuk menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat setelah dua menit lepas landas.

Ia berpendapat, diduga badan pesawat hancur bukan karena ledakan di udara namun menghantam danau dalam kondisi kecepatan tinggi akibat gaya gravitasi.

“Kondisi jenazah masih utuh dan terikat di kursi. Mudah-mudahan proses investigasi jatuhnya pesawat berjalan lancar,” tambahnya.

Menurut saksi mata, Hans Yoku, dirinya yang saat itu sedang mencari pelampung jaring ikan, sempat melihat pesawat diatas ketinggian sekitar 30 meter dari permukaan air danau.

Namun ia merasa pesawat itu terbang dalam kondisi tak wajar karena terlihat posisi pesawat yang sudah miring.

“Saya memang lihat pesawat sudah lain-lain (aneh), karena miring-miring lalu jatuh ke air. Bagian depan pesawat sudah masuk sebagian baru meledak,” tuturnya.

Lanjut Hans, dirinya lalu mendekati pesawat, namun tak berani menyelam untuk menyelamatkan pilot karena takut ada ledakan susulan.

“Begitu kejadian, semua warga langsung mendekati pesawat. Tapi kami juga takut ada ledekan susulan makanya tidak ada yang berani menyelam, sampai pesawat itu tenggelam,” tambahnya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *