Anak Buah Anies Dinilai Asal-asalan Seleksi Anggota FKDM DKI

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Proses seleksi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta periode 2019-2024 menuai protes dan sorotan tajam dari berbagai kalangan. Sebab, FKDM punya tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) strategis dalam kehidupan masyarakat di Ibu Kota.

Anggota dan pimpinan lembaga ini harus dipilih secara profesional dan memilik integritas yang tinggi agar dalam me jalankan tugasnya periode lima tahun mendatang benar-benar terukur. Anehnya, Pansel FKDM di tingkat Provinsi dan Lima Wali Kota di Jakarta tidak bekerja dengan profesional dan melanggar perundang-undangan yang berlaku.

Muat Lebih

“FKDM ini kan cukup strategi dalam pemerintahan Pemprov DKI ke depan. Tetapi seleksinya kok asal-asalan.Banyak sekali pengaduan dari para peserta seleksi FKDM yang mengeluhkan kinerja para anggota Pansel. Mereka (pansel) tidak profesional dan melanggar aturan Permendagri No 12 Tahun 2006,” ujar Pemerhati Sosial Perkotaan Rudy Darmawanto kepada wartawan, Jumat (20/12/2019).

Yang dimaksud tidak profesional menurut Rudy adalah persyaratan administrasi bagi calon anggota dan pimpinan tingkat Provinsi dan Kota Madya banyak ditemukan tidak sesuai dengan Permendagri.

“Banyak peserta seleksi yang tidak punya reputasi sebagai tokoh. Dikenal, dan bergaul dan tidak kenal dengan warga saja tidak pernah tetapi lulus dalam seleksi. Ini yang saya maksud sudah melanggar Permendagri,” ucap Rudy.

Calon FKDM harus memiliki nilai lebih sebagai tokoh (tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda/mahasiswa, tokoh wanita, dan tokoh pekerja/buruh. “Tidak bisa asal-asalan dalam menyeleksi peserta karena diduga kenal baik, saudara dan tetangga,” kata Rudy.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *