Anak Buah Prabowo Kepingin Pembayaran Polis Nasabah Jiwasraya Tak Pakai APBN

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Anggota Komisi VI DPR, Andre Rosiade beberkan, hasil-hasil rapat panitia kerja (panja) Jiwasraya dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) Erick Thohir. Anak buah Prabowo Subianto ini bilang, rapat tersebut menghasilkan dua opsi terkait pembayaran polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Pertama, pemerintah melalui Menteri BUMN akan melakukan pembayaran polis nasabah Jiwasraya pada akhir Maret 2020. Pembayaran akan dilakukan secara bertahap. “Beliau (Menteri BUMN) sudah berkomitmen Insya Allah Maret opsinya selesai dari pemerintah dan akhir Maret cicilan uang nasabah akan dilakukan,” kata Andre kepada wartawan, Sabtu (01/02/2020).

Muat Lebih

Opsi yang kedua adalah Panja Komisi VI mendorong pemerintah untuk membayar polis nasabah, tanpa menggunakan duit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN). Untuk opsi ini, dijelaskan Andre, Komisi VI akan mengundang pakar yang mampu menyampaikan solusi agar pembayaran polis nasabah tidak menggunakan dana APBN.

Mengenai skema pembayaran polis dari Menteri BUMN dengan recovery asset, Andre Rosiade mengatakan, Panja Komisi VI belum mengetahui secara detail nilai aset yang disita oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). Namun, ia meminta Menteri BUMN berkoordinasi dengan Kejagung untuk menghitung nilai aset yang disita sebagai salah satu opsi pembayaran klaim polis nasabah PT Asuransi Jiwasraya.

“Jadi banyak hal yang akan kita lakukan. Nanti dikombinasikan lah, bisa recovery asset, bisa opsi. Pokoknya kita dorong prioritaskan tanpa APBN,” pungkas dia.

Sebelumnya diberitakan, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, PT Asuransi Jiwasraya akan mulai melakukan pembayaran klaim polis kepada nasabahnya pada akhir Maret 2020.

“Kita akan berupaya selesaikan mulai pembayaran awal di akhir Maret, tapi kalau memang bisa lebih cepat kita coba lakukan,” ujar Erick di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Namun, pembayaran tersebut bisa terlaksana jika panja menerima skema yang akan dilakukan Jiwasraya untuk membayar klaim kepada nasabahnya. Cara pertama, yakni dengan pembentukan holding BUMN asuransi. Langkah kedua melalui recovery aset Jiwasraya. Saat ini, persoalan recovery asset tersebut tengah ditangani oleh Kejagung.

“Saya rasa yang penting dari Kejagung sudah bicara beberapa kali bagaimana ada harta-harta yang disita seperti sertifikat tanah yang jumlahnya hampir 1.400 sertifikat,” ucap dia.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *