Anas Urbaningrum Terheran-heran Disebut Mau Gelar Konpres Soal Kudeta Demokrat

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas I Sukamiskin, Kota Bandung, Asep Sutandar, menegaskan warga binaannya bernama Anas Urbaningrum sama sekali tidak ada agenda memberikan keterangan pers.

Menurut Asep, pihaknya belum menerima permohonan dari mantan ketua umum DPP Partai Demokrat itu untuk memberikan keterangan pers baik secara tertulis, virtual apalagi secara langsung.

Muat Lebih

“Saya sudah konfirmasi langsung ke Pak Anas. Tidak ada rencana apa pun,” jelas Asep seperti disadur dari MNC Portal Indonesia di Bandung, Rabu (3/2/2021) siang.

Asep mengungkapkan, Anas bahkan terheran-heran dengan kabar itu. “Konpers apa ya Pak? Nggak ada konpers-konpersan kok,” tutur Asep menirukan ucapan Anas.

Ditanya mengenai kabar Anas, Asep mengatakan terpidana delapan tahun itu sehat-sehat saja. “Tadi pagi kami malah sempat olahraga bareng,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat Darmizal mengungkapkan, dirinya sudah berkomunikasi dengan salah satu orang dekat Anas, Azral Hardy. “Barusan kami berbincang via telepon. Azral Hardy menjelaskan bahwa tidak ada sama sekali rencana AU jumpa pers dan hal tersebut adalah tidak benar,” tegas Darmizal.

Kabar mengenai kudeta atau kongres luar biasa Partai Demokrat yang sedang heboh saat ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Anas Urbaningrum. Tidak ada komunikasi baik sebelum jumpa pers para senior Demokrat pada Selasa (2/2/2021) maupun setelahnya.

Sebelumnya, politikus senior Partai Demokrat, Yus Sudarso mengungkapkan, terdapat empat faksi pendiri Partai Demokrat yang ingin KSP Moeldoko menggantikan AHY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Yus membeberkan empat faksi pendiri Demokrat yang mendukung Moeldoko. Faksi pertama, menurutnya, berada di barisan Ketua Umum Partai Demokrat 2001-2005, Subur Budhisantoso.

Faksi kedua, lanjutnya, ialah di barisan Ketua Umum kedua Partai Demokrat yakni mendiang Hadi Utomo. Selanjutnya, faksi ketiga dipimpin oleh Ketua Umum ketiga Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Sedangkan, faksi keempat ialah di barisan mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie.

Keempat fraksi tersebut disebut Yus sudah bertemu dan mencapai persamaan pandangan, setelah mempertimbangkan tantangan yang akan dihadapi Demokrat ke depan akan semakin berat. Ia pun menilai, Moeldoko merupakan sosok yang tepat untuk menduduki jabatan pemimpin Partai Demokrat. [ind]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *