Belum Lolos BPOM, Pengembangan Vaksin Nusantara Garapan Terawan Ditangguhkan

  • Whatsapp

Setelah ramai menjadi perbincangan publik, pengembangan lanjutan vaksin nusantara gagasan mantan menteri kesehatan Terawan Agus Putranto resmi dihentikan sementara. kabar tersebut tersiar melalui unggahan foto ahli wabah Universitas Indonesia Pandu Riono di media sosial twitter pada Senin (22/3).

Unggahan foto tersebut merupakan surat dari Tim peneliti RSUP Kariadi selaku site research kepada Kementrian Kesehatan yang berisi permohonan ijin penghentian sementara pengembangan vaksin nusantara.

Muat Lebih

“Menindaklanjuti laporan singkat rapat kerja komisi IX DPR tentang pengembangan vaksin nusantara, RSUP Kariadi menghentikan sementara dikarenakan belum mendapatkan ijin PPUK fase II dari BPOM,” kutipan surat yang diunggah akun pribadi Pandu Riono @drpriono1 pada Senin (22/3).

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menyebut uji klinisi vaksin nusantara tidak memenuhi kaidah klinis dalam prosesnya. Oleh karena itu, BPOM belum memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) II dan III.

Kebijakan BPOM tersebut didukung oleh ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban yang menyebut integritas BPOM sudah teruji saat memberikan penggunaan darurat vaksin sinovac.

“Saya percaya pada ibu Penny Lukito, kalau belum memenuhi uji klinis ya bilang belum. Integritas BPOM sudah teruji ketika merilis EUA untuk sinovac, salut,” kicauan Zubairi di akun twitter pribadinya @ProfessorZubairi pada (10/3).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *