Cadas…Kiai Said Aqil Siroj Tiba-tiba Saja Kritik Pemerintah, Ada Apa?

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Lama tak nongol di pentas nasional pasca Pemilu 2019, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)KH Said Aqil Siroj tiba-tiba saja tampil mengkritik pemerintah dengan membeberkan beberapa kekeliruan yang dilakukan pemerintah dalam mengurus kekayaan alam, sehingga tak terjadi pemerataan ekonomi.

Video kritik Kiai Said itu disajikan oleh Ketua PBNU yang juga staf khusus Wapres Ma’ruf Amin, Robikin Emhas, lewat akun instagramnya.  Video yang dibagikan sejak satu hari yang lalu itu sudah ditonton 11 ribu lebih.

Muat Lebih

Dalam video berdurasi tiga menit itu Kiai Said berbicara soal ketimpangan ekonomi yang terjadi saat ini. Dia membeberkan sejumlah ‘borok’ dari pemerintahan saat ini.

“Ada orang berfoya foya sampai berusaha menyelundupkan Harley dan itu yang ketahuan. Yang belum ketahuan mungin banyak sudah. Tapi ada yang untuk makan saja susah,” kata Kiai Said.

 

Tak hanya kasus penyelundupan Harley saja, Kiai Said juga membeberkan terkait anak usaha Pertamina yang jumlahnya, menurut Kiai Said, mencapai 164 perusahaan.

“Itu (anak perusahaan Pertamina) jadi bancakan para pimpinan yang mengelola perusahaan itu. Padahal kita lihat kemiskinan masih banyak di depan mata kita,” imbuhnya.

Kiai Said juga mengungkit janji Menteri Keuangan Sri Mulyani, yang katanya akan menggelontorkan kredit murah Rp 1,5 triliun.

“Namun sampai hari ini satu peser pun belum terlaksana. ini biar tahu semua seperti apa pemerintah kita ini. Biar tahu semua,” tambah Kiai Said.

Kiai Said membeberkan banyak kekayaan alam Indonesia saat ini sikuasai oleh segelintir kolompok saja, hingga tidak memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Rakyat miskin berada dimana? Mereka hanya berada di tepi tambang, di pinggir laut, di tepi hutan. Jadi hidupnya disebelah kekayaan alam, tapi mereka semua miskin. Hidup dipinggir tambang batubara milik orang Jakarta, sementara penduduknya sama sekali tidak mendapatkan keuntungan dari tambang disebelahnya itu,” katanya.

Sampai kapan kondisi seperti itu akan terus terjadi? Kiai Said pun tak tahu jawabannya, “Harmonis dalam beragama, Harmonis dalam masyarakat sudah kami lakukan, tapi harmonis dalam ekonomi masih jauh panggang dari api. Sampai kapan seperti ini wallahu a’lam.” [sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *