Di Rusia Prabowo Berencana Borong Jet Tempur Sukhoi, Amerika “Cemburu”

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia bertemu dengan Menhan Rusia Sergei Shoigu di Moskow. Kedua Menhan tersebut bertemu dalam rangka meningkatkan hubungan dan kerja sama di bidang pertahanan dan teknik militer.

Sebelum Prabowo terbang ke Rusia tersiar kabar, lawatan mantan Danjen Kopassus itu dalam rangka menindaklanjuti pembelian belasan jet tempur Sukhoi Su-35 yang sudah bertahun-tahun tertunda.

Muat Lebih

Dan benar saja, saat sesi ngobrol-ngobrol antara Prabowo dengan Sergei Shoigu, di Moskow keduanya turut membahas kelanjutan pembelian belasan jet tempur Sukhoi Su-35.

Duta Besar RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi mengungkapkan, kontrak pembelian Sukhoi Su-35 senilai Rp 16,75 triliun itu tinggal menunggu proses.

“Ya tadi disinggung juga (soal pembelian Sukhoi), itu tinggal tunggu proses saja,” kata Wahid seusai pertemuan kedua Menhan tersebut, Rabu (29/01/2020).

Saat ditanya kapan detail kesepakatan itu akan dibahas, Wahid Supriyadi belum mau menjelaskan. Wahid pun enggan menjelaskan alasan mengapa ia menutup rapat terkait informasi tersebut.

Bisa jadi sikap tertutup itu lantaran adanya dugaan ‘kecemburuan’ dari negara lain yang juga memproduksi pesawat tempur dalam hal ini bisa jadi Amerika Serikat dan sekutunya.

Dugaan adanya kecemburuan dari negara lain terkait keputusan Indonesia membeli Sukhoi SU-35 itu pernah diungkapkan oleh Wakil Duta Besar Rusia di Jakarta, Oleg V Kopylov pada Desember tahun lalu.

Kopylov mengungkapkan ada sejumlah negara tak menyukai rencana Indonesia membeli 11 jet tempur Sukhoi Su-35. Negara-negara tersebut bahkan mengancam Indonesia agar tidak membeli Sukhoi Su-35.

“Meski beberapa negara mencoba mengancam Indonesia. Tapi Indonesia tak merasa terancam, ini sangat bagus,” kata Kopylov saat jumpa pers di kantornya, Rabu (18/12/2019).

Kopylov enggan membeberkan negara-negara yang mengancam Indonesia itu. Kendati banyak yang mengancam, Menhan Prabowo menegaskan Indonesia adalah negara berdaulat, sehingga keputusan apa pun tidak bisa bisa diintervensi apalagi diancam negara lain.

Menhan Prabowo pada akhir November lalu menuturkan akan mengkaji ulang rencana pembelian Sukhoi tersebut, terutama dari sisi efisiensi anggaran dan keuntungan yang diperoleh Indonesia.

Dalam kunjungannya selama dua hari di Moskow, Prabowo didampingi oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus M. Wahid Supriyadi, Irjen Kemhan Letjen Ida Bagus Purwalaksana, Dirjen Kuathan Marsda Ponang Djawanto, serta pejabat senior terkait dengan Kemhan.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *