Dipecat di KLB Partai Demokrat, AHY: Tidak Ada Dualisme Kepemimpinan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat memilih Moeldoko menjadi Ketua Umum. Selain itu KLB juga memutuskan pemberhentian Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari jabatan ketua umum.

Menanggapi hal tersebut, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan tidak ada dualisme kepemimpinan dan kepengurusan di PD. AHY menyatakan AD/ART PD pun tidak mengalami perubahan.

Muat Lebih

“Tidak ada dualisme kepemimpinan dan kepengurusan Partai Demokrat. Saya ulangi, tidak ada dualisme kepemimpinan dan kepengurusan Partai Demokrat,” kata AHY di kantor DPP PD, Jakarta, Jumat (5/3/2021).

“Saya Agus Harimurti Yudhoyono adalah ketua umum Partai Demokrat yang sah dan legitimate. Konstitusi kami juga tidak berubah, berdasarkan Kongres V Partai Demokrat pada 15 Maret 2020 yang telah disahkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham).”

AHY berterima kasih kepada para kader yang turun langsung ke Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), untuk menolak Kongres Luar Biasa (KLB) versi Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan PD (GPKPD).

“Saya bangga, Bapak dan Ibu berani sampaikan suara dengan lantang bahwa tidak ingin Sumut dikotori oleh KLB ilegal yang atasnamakan Partai Demokrat. Saya berhap kita semua dapat terus menjaga diri, tetapi juga tetap berani suarakan kebenaran dan kedilan,” ujar AHY.

AHY mengajak para kader agat tidak gentar menghadapi ujian dan tantangan. Meski diganggu, menurut AHY, PD justru semakin kuat, kompak, dan solid kedepan. AHY pun mengeluarkan sejumlah instruksi.

“Mari rapatkan barisan, selamatkan Demokrat, selamatkan demokrasi. Kebenaran akan menang, dan yang melawannya akan tumbang. Bersama kita kuat, bersatu kita bangkit,” demikian AHY yang turut didampingi Sekretaris Jenderal PD Teuku Riefky Harsya.

Sebelumnya, DPD Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut) menolak Kongres Luar Biasa (KLB) PD yang dinilai ilegal. Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumatera Utara Heri Zulkarnain Hutajulu kemarin meminta kepolisian setempat untuk membubarkan, jika Jhoni Allen Marbun dan kelompoknya menggelar KLB yang disebutnya illegal. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *