Duduk Perkara Link Situs Porno di Mata Pelajaran Sosiologi SMA yang Bikin Geger, Kini Sudah Diblokir

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Publik dibuat heboh dengan adanya link atau tautan alamat situs porno dimuat dalam buku mata pelajaran sosiologi kelas III SMA. Buku itu adalah buku kelas XII SMA. Dalam buku itu, terdapat tautan menuju situs komik porno berbahasa China.

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendapatkan laporan dari guru-guru di daerah, khususnya di Jawa Barat yang mendapati Buku Pelajaran Sosiologi SMA Kelas XII bermuatan situs porno.

Muat Lebih

Melalui pernyataan resminya, P2G khawatir jika buku ini masih beredar dan terus digunakan siswa lalu dibuka, maka secara langsung para siswa dan guru telah membuka situs porno.

“Hingga sekarang Mas Nadiem belum merespon kasus ini, berbeda perlakuannya dengan kasus jilbab di Padang yang responnya sangat sigap. Padahal konten pornografi seperti di buku palajaran jelas-jelas akan merusak pendidikan dan moral anak bangsa,” kata Satriwan Salim, Koordinator Nasional P2G, dalam keterangan resminya, Kamis (11/2/2021).

Buku itu diterbitkan oleh PT Cempaka Putih Klaten. Menurut Rudiyanto, Pimpinan Produksi PT Cempaka Putih, tautan itu awalnya memang berisi materi pelajaran.

“Kami memberikan kepastian bahwa pada saat kami mengunduh materi itu betul-betul ada. Dan seperti apa adanya, bukan seperti yang diberitakan (tautan link porno),” ujar Rudiyanto, dikutip dari detikcom.

Rudiyanto menjelaskan, pihaknya menyematkan tautan itu pada tahun 2014. Menurutnya, saat itu tautan itu mengarah pada situs milik Yayasan Sunda.

“Kami mengambil link itu tahun 2014 dan pada waktu itu dimiliki oleh lembaga yang bersangkutan. Kami juga terkejut kok tiba-tiba ada laporan situs (komik porno) saat dibuka. Kok seperti itu isinya,” kata Rudiyanto.

Dia mengaku, pembuatan buku mata pelajaran selama ini tak selalu mengambil materi dari buku. Mereka juga kadang mengambil materi dari dunia maya.

“Kami ada keterbatasan jika mau mengambil materi daerah lain harus datang ke lokasi. Dan kami mengambil dari internet yang itu juga dilakukan semua penerbit, termasuk di luar negeri,” kata Rudiyanto.

Rudiyanto lalu menduga, bisa saja kepemilikan situs itu berubah atau situs itu mengalami peretasan.

“Karena itu milik orang lain bisa jadi diubah atau diretas oleh pihak lain. Dalam hal demikian kami tidak bertanggungjawab,” jelas Rudiyanto.

General Manager Produksi PT Cempaka Putih, Imtam Rus Ernawati mengaku, pihak penerbit mendapat kabar soal itu dari penulis buku yang berprofesi sebagai dosen di Malang, Jawa Timur.

Menurut Imtam, penulis sudah memastikan ulang kepemilikan situs itu.

“Penulis dan asosiasi dosen sosiologi melaporkan kasus itu. Dia juga sudah mengklarifikasi bahwa terjadi perubahan domain itu yang sudah beralih pemilik dan beralih fungsi November 2020,” kata Imtam.

Pihak penerbit sudah melaporkan hal ini pada Kementerian Komunikasi dan Informatika. Saat berita ini diturunkan, Indopolitika mencoba menelusuri tautan yang dipermasalahkan itu ternyata sudah diblokir oleh Kominfo. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *