Dugaan Penistaan Umat Hindu, Kemenag Sambut Baik Permintaan Maaf Desak Made Darmawati

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Dugaan penistaan Umat Hindu oleh salah seorang dosen salah satu perguruan tinggi swasta Jakarta, Desak Made Darmawati sempat viral di media sosial beberapa waktu belakangan ini. Namun tidak berselang lama, Desak meminta maaf secara terbuka kepada seluruh Umat Hindu terkait video viralnya tersebut.

Permintaan maaf Desak disambut baik Kementerian Agama. Dirjen Bimas Hindu Kemenag Tri Handoko Seto menyambut baik langkah Made Darmawati yang bersedia meminta maaf kepada pemuka dan seluruh umat Hindu atas isi ceramahnya yang diduga mengandung penistaan.

Muat Lebih

Tri Handoko juga berharap kepada umat Hindu untuk menyelesaikan masalah ini secara hati-hati sekaligus dengan cara yang bermartabat. Tri Handoko menekankan bahwa langkah permohonan maaf ini bisa menjadi momentum bagi umat beragama di Indonesia untuk menguatkan toleransi dan menghargai atas perbedaan.

“Dengan modal ini, maka moderasi beragama sebagaimana yang menjadi komitmen dan program prioritas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas akan bisa terwujud dengan baik,” ungkap Tri Handoko di Jakarta, Minggu, (18/4/2021).

Dia juga berharap permintaan maaf Made Darmawati ini menjadi pertimbangan dalam penyelesaian jalur hukum kasus ini. “Saya sungguh berharap tentu saja kita semua memiliki kewajiban untuk saling memaafkan. Terlebih dalam hubungan antar umat beragama, kita harus menjaga harmoni supaya ini tidak kemudian ke depan berlarut-larut, mengganggu kegiatan kita, menyita banyak resource yang kita miliki, dan lebih buruknya menimbulkan perpecahan antar umat beragama,” imbuhnya.

“Kerukunan memang harus kita jaga. Kalau kemudian ada komponen-komponen umat kita yang ingin menjalankan proses hukum itu tolong tetap dilaksanakan sesuai kaidah-kaidah hukum yang berlaku, tanpa perlu ada rasa prasangka kebencian. Mari hormati proses hukum,” sambungnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *