Eks Bos KPU Akui Sering Dapat Godaan Suap

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Mantan komisioner KPU 2012-2017, Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengaku kecewa atas tertangkapnya komisioner KPU 2017-2022 Wahyu Setiawan karena tak mampu menahan godaan besar pada amanah yang diembannya. 

Dia menilai bahwa kasus yang menimpa Wahyu tersebut merupakan cerminan besarnya godaan dari oknum-oknum politik yang harus diterima oleh penyelenggara pemilu untuk menyuap.

Muat Lebih

“Pasti banyak godaan tersebut. Bahwa goda-godaan itu seiring orang yang ingin berkuasa, dengan cara-cara instan,” ujar Ferry dalam sebuah forum diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (11/1/2020).

Dia kemudian meminta agar komisioner KPU lebih berhati-hati dalam menjaga penyelenggara pemilu agar dapat tetap dipercaya. Selain itu, pengawasan terhadap kinerja KPU juga harus lebih terbuka dan diawasi oleh masyarakat.

“Ruang itu akan muncul pada KPU, tinggal bagaimana pagar-pagar KPU. Bisa saja masuk ke unsur kesekretariatan. Jadi memang harus dikuatkan,” tambah Ferry.

Seperti diketahui, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan telah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan wahyu terkait suap dengan menjanjikan politisi PDI Perjuangan (PDI-P), Harun Masiku agar bisa ditetapkan menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *