Erick Thohir Kaget, Ari Askhara Rangkap Jabatan di Anak Cucu Garuda

  • Whatsapp
INDOPOLITIKA.COM- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku kaget mengetahui mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara menjadi komisaris di sejumlah anak perusahaan BUMN. Menurutnya, hal ini seharusnya tidak boleh terjadi.

“Saya kaget ketika ada direksi yang menjabat komisaris di 6 perusahaan, mestinya ya secara etika tidak. Saya enggak tau nanti direview juga peraturan di BUMN, saya enggak tau ya. Mustinya kalau sudah menjabat jadi dirut itu maksimal ya dua,” tutur Erick di Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Muat Lebih

Lebih lanjut, Erick mengatakan, penghasilan yang diterima oleh Dirut yang merangkap jadi komisaris juga tidak boleh melebihi penghasilan utama sebagai Dirut. Sebab, kata dia, jika penghasilan sebagai komisaris lebih tinggi maka akan memunculkan keinginan perebutan posisi.

“Gaji komisaris mustinya tidak boleh lebih besar dari gaji Dirut, bahkan hanya 30 persen dari yang sudah didapatkan. Kalau tidak akhirnya, semua berlomba-lomba menjadi komisaris juga. Bayangkan kalau ada di Pertamina, 142 perusahaan tiba-tiba ada komisaris di 4 perusahaan. Lucu-lucukan, itu kita copot,” tegasnya.

Sebagai informasi, lima direksi Garuda Indonesia yang dicopot akibat penyelundupan moge Harley Davidson dan sepeda lipat Brompton ternyata rangkap banyak jabatan.

Seperti Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara, ia menjabat sebagai komisaris di enam perusahaan. Bahkan, Direktur Human Capital Garuda Indonesia Heri Akhyar menjabat sebagai komisaris di delapan perusahaan.[PIT]

Area lampiran

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *