Gubernur Anies Cuekin Petisi Penolakan Formula E

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan cuekin petisi penolakan gelaran Formula E 2020 yang dimuat situs change.org.

Anies hanya membantah tudingan yang menyebut anggaran penanganan banjir 2020 dikurangi karena akan digunakan untuk gelaran Formula E. Ia enggan menanggapi petisi tersebut.

Muat Lebih

Isu yang langsung dibantah oleh Anies.
“Itu bukan hanya tidak benar tapi mengarang. Jadi saya enggak mau komentar,” ujar Anies saat ditemui di rusun Rawa Buaya, Jakarta Barat, Jumat (03/01/2020).

Petisi tersebut dibuat sejak Jumat (3/1) oleh akun Irawan Endro Prasetyo. Saat ini petisi itu sudah ditandatangani lebih dari tiga ribu orang. Petisi ini dibuat seiring banyaknya kritik terkait balapan mobil listrik yang akan berlangsung di Jakarta.

Ajang Formula E dianggap memakan biaya besar sementara saat ini Jakarta tengah mengalami banjir parah.

Sebelumnya netizen ramai-ramai menyerang rencana gelaran Formula E yang akan berlangsung pada Juni mendatang. Hujatan tersebut masuk trending topic di Twitter dengan tanda pagar #shameOnyouFormulaEJakarta.

Sejumlah netizen menilai anggaran besar yang akan dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyakiti perasaan warga Jakarta setelah banjir melanda ibu kota pada 1 Januari 2020.

“Event kalian sangat merugikan banyak orang,” demikian tulis salah satu netizen di Twitter sembari melakukan mention ke akun @FIAFormulaE dalam tagar #shameOnyouFormulaEJakarta.

Tiga Ribu Tanda Tangan Minta Anies Batalkan Formula E. Ada juga yang menyinggung kebijakan Anies memotong anggaran antisipasi banjir Jakarta karena anggaran besar yang akan dikeluarkan untuk Formula E.

“Tidak layak gelar Formula E di Jakarta. Banyak korban yang meninggal karena banjir tahun baru 2020 di Jakarta,” tulis salah satu akun Twitter.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajukan usulan anggaran untuk menyelenggarakan Formula E mencapai Rp 1,3 triliun. Sebesar Rp 360 miliar untuk commitment fee dan Rp 934 miliar untuk biaya penyelenggaraan.

PT Jakarta Propertindo (Jakpro), pihak yang berperan sebagai pembangun infrastruktur Formula E Jakarta, juga sebelumnya menyampaikan biaya yang dibutuhkan membangun infrastruktur Rp 300 miliar hingga Rp 350 miliar. [sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *