Hati-Hati! Perkara Ini dapat Membatalkan dan Menggugurkan Pahala Puasa

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Ramadhan kali ini berbeda dari tahun sebelumnya. Beberapa pekan menjelang Ramadhan, masyarakat dunia, termasuk Muslim, tengah dihadapkan pada wabah virus corona.

Wabah covid-19 juga setidaknya mempengaruhi terhadap tradisi yang biasanya dijalankan selama Ramadhan. Karena saat ini segala kegiatan dianjurkan dikerjakan di rumah saja. Tak hanya bekerja dan berlajar, namun juga ibadah juga dilaksanakan di rumah saja.

Muat Lebih

Sedih memang, suka cita Ramadhan hanya dilakukan dari rumah saja. Tak bisa ramai-ramai ke masjid untuk tarawih, tak bisa buka puasa bersama kawan-kawan, dan sementara tak bisa membagikan takjil pada pengguna jalan.

Namun, sisi baiknya, potensi-potensi akan hal-hal yang bisa membatalkan puasa ataupun yang menggugurkan pahala puasa dapat diminimalisir. Berikut ini hal-hal yang bisa membatalkan puasa;

  1. Makan dan minum dengan sengaja. Jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya.
  2. Melakukan hubungan suami istri disiang hari, Jima’ (bersenggama).
  3. Memasukkan makanan ke dalam perut. Termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah bagi orang yang berpuasa.
  4. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja, Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluamya tanpa sengaja. .
  5. Keluarnya darah haid dan nifas. Manakala seorang wanita mendapati darah haid, atau nifas batallah puasanya, baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari.
  6. Sengaja muntah, dengan mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha. ” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikmah Talang, Tegal KH Sulthon Barmawi dilansir dari nu.or.id mengemukakan, hakikat puasa adalah al-imsak yaitu menahan diri dari berbagai hal-hal yang membatalkan puasa dan yang membatalkan pahala puasa.

“Banyak orang berhasil melakukan puasa dengan menahan ini dari berbagai hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi mereka tidak berhasil mendapatkan pahala.” katanya.

Menurutnya, ada lima perkara yang dapat menggugurkan pahalas puasa kita. Yakni pertama, berdusta, menyampaikan informasi tidak berdasar fakta. “Sekali dusta, maka akan membuka ribuan dusta lainnya. Oleh karena itu, pertahankan lisan kita,” ujarnya.

Kedua, ghibah, membicarakan kejelakan orang lain atau dalam bahasa Tegalnya ngrasani. Ketiga, adu domba atau fitnah. Keempat, memandang dengan syahwat.

“Untuk itu, jaga mata kita agar tidak tergerak syahwat, dan yang kelima, yakni sumpah palsu,” terangnya.  [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *