Heboh Pengakuan Kivlan Zein Dipukul Dokter Kejagung, Begini Tanggapan Pihak RS

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Terdakwa perkara kepemilikan senjata api ilegal, Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen, menyampaikan pengakuan mengejutkan. Kivlan mengaku mendapat perlakuan kurang simpatik, karena dihalangi jaksa untuk berobat ke rumah sakit karena sakit paru-paru yang diidapnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Utama Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa Dokter Diah Eko Judihartanti menepis anggapan bahwa hal yang disampaikan Kivlan Zen tersebut tidaklah benar.

Muat Lebih

Diah menjelaskan, kejadian itu bermula saat pihaknya menerima permintaan dari Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kivlan. Kemudian, dari rumah sakit mengirimkan tim kesehatan untuk memeriksa Kivlan di Rumah Tahanan (Rutan) Guntur.

“Kami kirimkan petugas tim kesehatan yang hadir di Rutan Guntur untuk dilaksanakan pemeriksaan, untuk ketahui apakah yang bersangkutan (Kivlan) perlu dirujuk ke Rumah Sakit,” kata Diah saat memberikan klarifikasi di kantor Puspenkum Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2020).

Dari hasil pemeriksaan tim dokter, kata Diah, bahwa tak ada kondisi kegawatdaruratan kepada Kivlan untuk dirujuk ke Rumah Sakit. “Saat itu juga, hasil kesehatan kami terangkan kepada yang bersangkutan (Kivlan) dan kejadian berikutnya surat keterangan itu direbut, diambil dari tangan dokter yang menerangkan pemeriksaan itu,” kata Diah.

Sehingga dokter yang memeriksa mencoba mengambil kembali kertas hasil catatan pemeriksaan tersebut. “Itulah kondisi yang dapat kami sampaikan, faktanya begitu dan tak ada kejadian seperti yang diberitakan (pemukulan),” lanjutnya.

Sebelumnya, beredar video yang diunggah Youtube Tazkiyah Media, dalam video itu, pria yang pernah memegang jabatan Kepala Staf Kostrad ABRI itu mengaku dipukul sang dokter di rumah sakit Kejaksaan sampai jatuh tersungkur.

“Saya mau berobat bulan Agustus-September, saya enggak dikasih berobat. Sama dokter nya Kejaksaan saya dipukul dan terjatuh saya. Namanya dokter Wennas dari rumah sakit Kejaksaan Jakarta Timur. Saya dipukul,” ujar Kivlan sebelum sidang putusan pada Rabu, 29 Januari 2020.

Tidak hanya perlakuan kasar, masih dalam video yang beredar, Kivlan membeberkan ulah nakal sang jaksa. Dia sempat didatangi jaksa dan digoda untuk mengakui perbuatan yang dituduhkan kepadanya. Kivlan marah dan geram dengan sikap jaksa itu.

“Saya digoda jaksa kalau mengaku maka hukumannya ringan. Saya juga diminta untuk mencabut pengacara saya bernama Tonin yang berjuang melawan ketidakadilan. Katanya kalau pakai Tonin hukumannya jadi berat,” kata Kivlan.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *