Horor Virus Corona, Negeri Tirai Bambu Hadapi “Keterasingan” Global

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – China menghadapi keterasingan yang semakin meningkat dalam menghadapi meningkatnya pembatasan perjalanan internasional dan penangguhan penerbangan, sejak Sabtu (1/2/2020), ketika jumlah korban tewas akibat penyebaran virus korona yang terus meningkat menjadi 259.

Epidemi ini menyebabkan evakuasi massal warga negara asing, untuk meninggalkan negeri Tirai Bambu termasuk Indonesia. Tidak hanya itu, maskapai penerbangan dunia menghentikan penerbangannya ke China untuk sementara waktu. Imbasnya, kondisi ini memperburuk risiko pertumbuhan ekonomi China yang dikenal sebagai kekuaran ekonomi terbesar kedua di dunia.

Muat Lebih

Melansir Reuters, Senin (3/2/2020), militer Rusia akan mulai mengevakuasi warganya dari China pada Senin – Selasa, (3-4/2/2020). Kantor berita Interfax dan TASS melaporkan hal itu, mengutip pernyataan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov.

Rusia, yang telah membatasi penerbangan langsung dengan mitra dagang terbesarnya itu, juga mengatakan mereka menangguhkan perjalanan bebas visa bagi pengunjung Tiongkok dan menghentikan visa kerja.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya menyatakan wabah itu darurat kesehatan global dan menjadi perhatian internasional. Namun, perdagangan global dan pembatasan perjalanan tidak diberlakukan sejauh ini.

Tetapi Singapura dan Amerika Serikat mengumumkan langkah mengevakuasi warganya dari China dan melarang warga negara asing yang baru-baru ini berkunjung di China memasuki wilayah mereka.

Australia mengikutinya pada hari Sabtu. “Kami sebenarnya beroperasi dengan sangat hati-hati dalam situasi ini sehingga warga Australia dapat menjalani kehidupan sehari-hari mereka dengan percaya diri,” kata Perdana Menteri Scott Morrison, kepada wartawan di Sydney.

Evakuasi WNA dari China Terus Dilakukan

Daftar maskapai penerbangan internasional yang menangguhkan semua atau beberapa penerbangan ke Cina terus bertambah. Yang terbaru adalah Qantas Airways Ltd dan Air New Zealand, yang mengatakan larangan perjalanan memaksa mereka untuk menangguhkan penerbangan langsung mereka ke China mulai 9 Februari.

Ketiga maskapai utama AS mengatakan pada Jumat bahwa mereka akan membatalkan penerbangan ke Cina. Komandan pasukan AS di Pasifik melarang perjalanan ke China untuk semua anggota layanan dan personel sipil di bawah wewenangnya dan memerintahkan mereka yang sekarang di China untuk segera pergi meninggalkan negara tersebut.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn menyerukan warganya agar tetap tenang. Hal ini merujuk dari data 100 orang Jerman saat mendarat di Frankfurt, tidak ada yang menunjukkan gejala virus. Hingga Sabtu (1/2/2020) malam, Jerman memiliki delapan kasus yang dikonfirmasi.

Inggris, yang telah memiliki dua kasus yang dikonfirmasi, mengatakan pihaknya menarik beberapa staf dari kedutaan dan konsulatnya di China.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *