Ini Video Ceramah Habib Ja’far Alattas Saat Diduga Menghina Maruf Amin

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Video viral ceramah Habib Ja’far Alattas yang diduga menghina Wakil Presiden Maruf Amin, beredar luas. Banyak pihak yang menyayangkan isi ceramah tersebut. Apalagi dugaan kata kasar itu disampaikan kepada kepala negara (Wapres).

Dalam ceramahnya ini, dia mengisahkan sebuah riwayat dimana di jaman Nabi Musa as, ada seorang yang belajar dengan Nabi Musa As. Ketika mendapatkan ilmu ini orang menyebarkan ilmunya untuk duniawi.

Muat Lebih

Agama yang ia dapatkan ia jual untuk duniawi akhirnya Allah merubah dirinya dengan seekor babi. Nabi Musa kaget ketika seorang memberi tahu kepada nabi Musa. “Ya Musa, ini adalah muridmu,”
“ini babi,” kata Nabi Musa.

Akhirnya, Nabi Musa meminta kepada Allah,” ya Allah jadikan kembali ini muridku, dari babi untuk berubah lagi menjadi manusia,”

Apa kata Allah ? “Ya Musa andakan, andaikan kau berdoa dengan doanya para nabi akan aku kabulkan ini babi berubah lagi menjadi manusia, tapi Allah beritahu kepada dia, kepada Nabi Musa Allah beritahu.

Kalau kau ingin tahu ya Musa, kenapa muridmu kuubah menjadi seekor babi? Karena ini muridmu menjual agama untuk duniawinya. Maka kalau ada ustad-ustad jaman sekarang andaikata ada ustad-ustad bayaran, ustad-ustad target yang dijamana Nabi Muhammad SAW, hidup dijaman Nabi Musa as. Sudah berubah menjadi babi.

Berarti ustad-ustad bayaran apa babi? Babiiiii. Saya tanya Maruf amin, Babi bukan? Babi bukan? Babi bukan?

Sementara Maruf Amin yang ditanya mengenai video itu mengaku telah mengetahui. Menurutnya pernyataan orang pada video kebablasan karena menyampaikan kebencian dan permusuhan. “Itu kan memang kebablasan, itu narasi permusuhan, narasi kebencian, berlebihan. Menurut saya itu tidak baik,” ujar Maruf di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (4/12/2019).

Meski begitu, Maruf mengaku takkan menempuh jalur hukum. Dibanding memperpanjang persoalan, Maruf memilih untuk memaafkan. “Oh tidak (akan melaporkan). Mudah-mudahan tentu dia bisa menyadari saja dan mengubah cara bernarasi, jangan menyampaikan pesan-pesan seperti itu, agar lebih baik,” kata dia.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *