Insentif Mau Disunat, PPNI: Pemerintah Tidak Peka, Bisa Berdampak Pada Semangat Juang Nakes

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Rencana pemerintah memotong insentif untuk tenaga kesehatan (Nakes) menuia polemik. Selain didesak dibatalkan, pemerintah dinilai tidak peka terkait rencana tersebut.

Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Harif Fadilah mengatakan, pemerintah tak peka dengan kondisi nakes di lapangan yang berjibaku setiap harinya dengan Covid-19. Belum lagi risiko ikut terpapar Covid-19 yang harus ditanggung para nakes.

Muat Lebih

“Saya kira ini bukan berita gembira, karena pandemi belum berakhir, beban kerja masih tinggi, risiko tinggi, tapi insentif dikurangi, saya kira pemerintah tidak peka kondisi nakes di lapangan,” kata Harif menukil CNNIndonesia.com, Kamis (4/2/2021).

Menurut Harif, meski nakes sudah mendapatkan vaksin Covid-19, namun bukan berarti beban kerja mereka pun berkurang. Pasalnya, tegas dia, kasus Covid-19 yang tetap tinggi bahkan terus berlipat hingga kini angka akumulatifnya se-Indonesia sudah lebih dari 1 juta pasien.

Bertambahnya kasus Covid-19 juga sejalan dengan penambahan pasien di rumah sakit yang harus ditangani nakes. “Beban kerja tetap berat ya, RS keterisiannya sudah 80 persen, ICU banyak yang antre. Itu menunjukkan bahwa tingkat hunian penuh, tapi SDM kan tidak bisa begitu saja ditambah, sehingga mengakibatkan beban kita makin tinggi,” ucap Harif.

Harif juga khawatir kabar pemotongan insentif nakes ini akan membuat semangat nakes untuk bekerja berkurang. Padahal nakes tetap bekerja keras merawat pasien Covid-19.

“Bisa saja terdampak, tapi saya rasa manusiawi, yang biasanya dapat full dengan beban kerja yang sama, risiko sama tapi dapat setengah, dan dapat saja menurunkan semangat juang,” tutur Harif. [ind]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *