Isu Kematian Kim Jong-un Masih Misteri, Diduga Terluka saat Uji Rudal

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM –  Misteri kondisi pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, masih terus menjadi perdebatan publik dunia. Kini muncul teori baru yang menduga bahwa pemimpin muda itu terluka selama uji coba rudal jelajah jarak pendek pada 14 April lalu. Dugaan itu disampaikan mantan pejabat tinggi “Room 39”, sebuah organisasi yang dikelola oleh Partai Buruh Korea Utara.

Dalam sebuah artikel yang ditulisnya untuk surat kabar Dong-a Ilbo, Senin (27/42020), mantan pejabat bernama Lee Jeong Ho itu mengatakan uji coba rudal seperti yang dilakukan pada 14 April tidak dapat dilanjutkan tanpa perintah panglima tertinggi. Kim Jong-un terlihat sehat sampai pukul 07.00 pagi ketika rudal itu ditembakkan.

Muat Lebih

“Kim absen dari laporan tes (rudal) sementara tidak ada rekaman peluncuran rudal dan pelatihan pesawat tempur yang dirilis, yang menunjukkan kemungkinan kecelakaan tak terduga mungkin disebabkan oleh puing-puing atau kebakaran,” kata Lee Jeong Ho yang telah membelot dari Korea Utara ke Amerika Serikat ini.

Pemikirannya adalah bahwa Kim Jong-un kemungkinan jatuh sakit tidak lama setelah peluncuran rudal mengingat bahwa Rodong Sinmun atau pun Komite Penyiaran Pusat Korea tidak dapat menerbitkan rekaman tes rudal tanpa izin dari Kim.

Mengenai rumor bahwa Kim Jong-un mengalami mati otak setelah menjalani operasi jantung, dia mengaku ragu dengan alasan laporan tersebut tidak akurat atau kredibel.

“Dokternya Kim Jong-un semuanya dari rumah sakit Bonghwa di Pyongyang, dan rumah sakit lain tidak memiliki dokter pertama,” kata Lee tentang klaim bahwa operasi Kim dilakukan oleh dokter pertama dari rumah sakit lain di rumah sakit Hyangsan dekat Gunung Myohayng.

Perlu diketahui, penundaan pengumuman kematian merupakan hal lazim di Korea Utara. Seperti pengumuman kematian ayah Kim Jong-un, Kim Jong-il dan kakeknya, Kim Il-sung, tertunda selama empat hari.

“Jika berbicara mengenai Korut, kamu tidak akan pernah mendapatkan kepastian hingga kamu mendengar berita dari negara itu sendiri,” kata David Maxwell, pakar Korut di Foundation for the Defense of Democracies.

The Washington Post melaporkan, rumor kematian Jong-un berakibat pada kepanikan warga di Pyongyang. Banyak orang membeli beras, rokok, ikan kaleng dalam jumlah besar. Banyak helikopter juga terbang rendah di Pyongyang. Itu menimbulkan ketakutan tersendiri bagi warga ibu kota. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *