Jalan Rusak Parah, Warga Parung Panjang Teriak Bernafas Saja Susah

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Tagar Save ParungPanjang kini tengah ramai dibahas di akun media sosial Twitter. Pasalnya, kemunculan tagar tersebut merupakan buntut dari ketidaknyamanan warga Parung terhadap kondisi lingkungannya yang tidak sehat.

Pasalnya,  Truk tambang yang kelebihan muatan melintas di Jalan Raya Parung Panjang, Kabupaten Bogor, membuat jalanan itu rusak berat.

Muat Lebih

Akun Twitter @uuruzhan meminta kepada Bupati Bogor Ade Yasin untuk mencari investor untuk pembangunan jalur tambang di wilayah Kabupaten Bogor, agar tidak melintas di pemukiman peduduk.

Sementara akun @teras_rumah🏠@aditiadwiyansya mengatakan, untuk menghirup udara di Parung Panjang aja susah. Sebab jalanan sekitar sana dipenuhi oleh debu-debu  yang diakibatkan oleh jalanan rusak yang diewati oleh truk-truk besar pengangkut pasir dan batu.

“Sebagai warga parung rindu udara segar.  Masa iya pengen nafas aja ke puncak dlu macet lagi,”tulis Adi.

Selain itu juga, antrean truk-truk tambang tersebut menyulitkan warga untuk beraktifitas. Kecelakaan pun kerap terjadi di jalur tersebut. Meskipun pemerintah Kabupaten Bogor sudah memberlakukan jam operasional truk pengangkut pasir dan batu, namun aturan tersebut tidak berjalan.

Masyarakat dari tiga Kecamatan di Kabupaten Bogor, terdiri dari Rumpin, Parung Panjang dan Gunug Sindur pun pada bulan Mei lalu, pernah melakukan unjuk rasa di depan Kator Bupati Kabupaten Bogor, mereka berunjukrasa menolak eksploitasi lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan tambang.

Di depan kantor Bupati, masyarakat mengeluhkan persoalan rusaknya jalan yang diakibatkan oleh truk-truk tambang yang kelebihan muatan. Dampak dari kerusakan itu membuat masyarakat dari 3 kecamatan terkena penyakit ISPA.

Masyarakat meminta agar pemerintah Kabupaten Bogor perhatian terhadap masalah ini.

Namun, sampai munculnya tagar save Parung Panjang hari ini, Kamis 26 Desember 2019, sudah tujuh bulan berlalu dari aksi unjuk rasa masyarakat Parung Panjang, pemerintah Kabupaten Bogor belum melakukan apa-apa.

Padahal saat unjuk rasa berlangsung, pemerintah berjanji di depan massa unjuk rasa akan memanggil perusahaan-perusahaan tambang untuk dimintai pertanggung jawabannya. Selain itu pun, pemerintah berjanji akan mencarikan solusi terkait dengan kerusakan jalan di tiga kecamatan tersebut. [pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *