Jemaah Korban First Travel Harus Diberangkatkan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Rolas Sitinjak mendorong pemerintah agar memberangkatkan jemaah korban penipuan PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel).

“Karena dari perspektif mana pun jemaah First Travel yang gagal berangkat umroh tak bersalah. Sehingga, hak jemaah harus dipenuhi, yakni diberangkatkan umroh ke tanah suci,” tegas Rolas di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Muat Lebih

Rolas mengatakan, terkait kasus First Travel ini, Negara harus hadir untuk memberikan solusi kepada konsumen tersebut. BPKN lanjut dia, juga telah diskusi dengan beberapa pihak agar negara memberikan solusi.

“Mereka kan para jemaah telah lama mengumpulkan uang agar bisa melakukan umroh. Tapi kenyataannya malah ditipu oleh travel agent,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, dari 1,2 juta jemaah Indonesia yang berangkat umroh setiap tahunnya, 80.000 di antaranya termakan oleh tipuan First Travel. Kasus yang menimpa masyarakat secara massal ini menjadi persoalan utama yang didorong BPKN untuk dapat ditemukan penyelesaiannya.

“Dari kajian kami, 1,2 juta orang diberangkatkan travel setiap tahun. Persoalan First Travel 80.000. Belum lagi travel yang lain, menurut perhitungan kami kira-kira 120.000-150.000 korban. Pertanyaannya adalah, di mana negara di sini? Ini sudah massive, ini kejadiannya hampir seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Sebelumnya, penderitaan korban penipuan agen perjalanan haji dan umrah First Travel tak kunjung usai. Setelah gagal pergi ke Tanah Suci, uang yang sudah dikeluarkan pun tak akan dikembalikan ke mereka. Uang mereka akan menjadi milik negara.

Hal ini, setelah ada putusan Mahkamah Agung (MA) yang menetapkan aset First Travel dirampas untuk negara dengan putusan kasasi Nomor 3096 K/Pid.Sus/2019.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *