Jet Pribadi Suami Sandra Dewi Dalam Radar, Kejagung Sita 4 Mobil Mewah Harvey Moeis  

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Satu persatu aset milik suami Sandra Dewi yakni Harvey Moeis disita Kejaksaan Agung. Terbaru, Kejagung menyita dua mobil mewah tersangka kasus korupsi tata niaga timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah tahun 2015-2022 itu. 

Tidak hanya aset mobil, aset lain milik Harvey Moeis seperti jet pribadi juga dalam radar Kejagung. Sejauh ini, Kejagung sudah menyita lima aset mewah milik Harvey Moeis, empat di antaranya merupakan mobil mewah, yakni Rolls-Royce, Mini Cooper, Lexus, dan Vellfire. 

Muat Lebih

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Kuntadi mengatakan bahwa pihaknya tengah menelusuri kepemilikan jet pribadi suami Sandra Dewi, Harvey Moeis. 

“Masih kita telusuri (jet pribadi), bener tidak itu. Pastilah kalau memang ada kaitannya, benar kepemilikannya atau disembunyikan, pasti kita kejar,” kata Kuntadi, kemarin.  

Barang bukti kendaraan dari penggeledahan di rumah tinggal yang terafiliasi tersangka Harvey Moeis di Jakarta Barat. Foto: Dok. Kejagung

Kejagung juga menyita sebuah jam tangan mewah yang tidak disebutkan mereknya. Mobil Rolls-Royce, Mini Cooper, dan jam tangan disita pada Senin (1/4/2024). 

Kedua mobil mewah itu merupakan hadiah ulang tahun untuk Sandra Dewi. Adapun, mobil Lexus dan Vellfire disita Kejagung baru-baru ini. 

“Dua (mobil) punya HM (Harvey Moeis), itu yang Lexus dan Vellfire,” ucap Kuntadi. 

Barang bukti kendaraan dari penggeledahan di rumah tinggal yang terafiliasi tersangka Harvey Moeis di Jakarta Barat. Foto: Dok. Kejagung

Sebagai informasi, Harvey Moeis ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pada 27 Maret 2024. 

Harvey Moeis berperan sebagai perpanjangan tangan dari PT RBT yang diduga mengakomodasi kegiatan pertambangan liar bersama eks Direktur Utama PT Timah, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani.

Pertambangan liar itu ditutupi dengan kedok sewa-menyewa peralatan processing peleburan timah. Dalam hal ini, perusahan smelter, seperti PT SIP, CV VIP, PT SPS, dan PT TIN dihubungi untuk ikut dalam kegiatan tersebut. 

Harvey juga meminta perusahaan smelter untuk menyisihkan keuntungan untuk diserahkan kepadanya dengan dalih sebagai dana corporate social responsibility (CSR). 

Sejauh ini, Kejagung telah menetapkan 16 tersangka, termasuk crazy rich Pantai Indah Kapuk (PIK)< Helena Lim dan eks Direktur Utama PT Timah, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani. [Red]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *