Kebakaran di Jaktim Tewaskan 10 Orang, Anies: Innalillahi, Ini Musibah yang Berat

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan duka cita mendalam atas musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Pisangan Baru III RT 3/RW 6, Matraman, Jakarta Timur, kemarin.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun. Sedih dan duka atas musibah kebakaran di permukiman padat penduduk di Jalan Pisangan Baru III RT 3/RW 6, Matraman, Jakarta Timur,” ungkap Anies.

Muat Lebih

Terkait kebakaran ini, Anies bersama Walikota Jakarta Timur dan Kepala Dinas Sosial menjenguk langsung korban kebakaran dini hari tadi dan menyiapkan bantuan serta antisipasi kebutuhan korban.

“Peristiwa ini adalah musibah yang berat. Kita menyaksikan empat petak kecil rumah yang terbakar, tapi menyebabkan korban meninggal 10 orang orang. Sebuah peristiwa yang luar biasa, karena menurut pak Walikota Jakarta Timur, ini kebakaran dengan korban jiwanya terbanyak selama ia menjabat,” ucap Anies.

Sosok yang dijagokan sebagai Capres itu menegaskan, jajaran Pemprov DKI Jakarta langsung merespon cepat kebakaran ini. Dini hari tadi Damkar pos Matraman langsung ke lokasi di gang sempit di mana dua keluarga terkurung di dalam petak rumahnya dan akhirnya ditemukan meninggal.

Titik lokasi kebakaran masih diselidiki polisi untuk diketahui penyebabnya. “Sekarang kita pastikan keluarga pengontrak yang terbakar memiliki tempat penampungan sementara, jumlahnya 10 orang. Mereka kita fasilitasi tinggal beberapa minggu ke depan untuk seluruh kebutuhannya,” imbuhnya.

“Lalu seluruh dokumen-dokumen penting yang terbakar akan segera diurus penggantiannya. Jadi dipastikan seluruh kebutuhan mereka aman,” sambungnya.

Anies juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada di lingkungan tempat tinggal masing-masing. “Bila melihat ada instalasi listrik yang membahayakan atau jalur evakuasi terhalang segera laporkan lewat aplikasi JAKI,” pintanya.

Sebelumnya, Kapolsek Matraman Kompol Tedjo Asmoro mengatakan kontrakan yang terbakar itu terdiri dari 4 petak. Penghuni petak 1 dan 3 diduga sedang tertidur saat kebakaran itu terjadi, sementara petak 2 dan 4 terbangun sehingga bisa menyelamatkan diri.

“(Korban) Tidur lah jam 04.20 WIB, mungkin tertidur, karena meninggalnya tertumpuk di kamar,” sebut Tedjo.

Tedjo menyebut, di kontrakan nomor 1, ada 5 korban tewas yang semuanya berada di sebuah kamar. Kemudian jumlah korban di kontrakan nomor 3 juga 5 orang. “(Kontrakan) kedua selamat malah, terbangun, 2 orang, terbangun,” lanjut Tedjo

Wali Kota Jakarta Timur M Anwar juga meninjau lokasi kebakaran di Matraman, Jakarta Timur, tadi pagi. Anwar menyebut korban kebakaran sulit menyelamatkan diri lantaran ada jalan buntu.

“Ada 4 petak kontrakan ukuran 3 x 8 meter. Petakan paling ujung kebetulan jalannya buntu, jadi dia nggak bisa menyelamatkan diri. Tapi yang di luar bisa menyelamatkan diri, berarti sumber api dari sana mungkin,” ujar Anwar. [ind]

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *