Kefir Susu dan Kolostrum Cegah Covid-19, Ini Temuan Para Peneliti UIN Bandung

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Menyikapi himbauan Presiden Joko Widodo untuk menurunkan penyebaran Covid-19 dengan cara apapun, Tim Riset Kefir UIN Sunan Gunung Djati Bandung menawarkan alternatif, yakni dengan memanfaatkan probiotik kefir susu untuk meningkatkan sistem imun tubuh.

“Kefir merupakan nutrisi untuk mengoptimalkan imunitas tubuh, sehingga menghasilkan imunitas yang prima. Covid merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus oleh karenanya termasuk self-limited disease. Oleh sebab itu, imunitas tubuh yang prima merupakan hal yang utama dan urgent diperlukan untuk mengatasi serangan Co-V-19,” ungkap dokter Ambar Sulianti,salah satu tim riset Kefir UNI Sunang Gunung Djati Bandung, Kamis (14/5/2020).

Muat Lebih

Menurut Ambar, upaya penemuan obat dan vaksin covid masih terus dilakukan, sedangkan virus juga  terus mengalami mutasi. Para ilmuwan di Litbang kesehatan RI telah berhasil menguraikan kode genetik 29.000 basa SAR-CoV-2 pada bulan Mei ini  dan ternyata hasilnya virus di Indonesia memiliki perbedaan dari negara lain. Oleh karenanya sangat penting untuk menjaga agar imunitas tubuh tetap prima.

Ambar menjelaskan, kefir susu dan kefir kolostrum dipilih bukan tanpa alasan. Studi literatur  yang dilakukan menggunakan metode systematic review pada jurnal yang terbit tahun 2010 hingga 2020 ditemukan tidak kurang dari 50 jurnal yang mempublikasikan karakteristik psikokimia, mikrobiologi, dan bioaktivitas kefir susu juga kolostrum baik secara in vitro, in vivo, bahkan beberapa diantaranya telah dilakukan uji klinis.

“Hasil studi ini menunjukkan kefir susu memiliki manfaat antara lain antialergi, antiinflamasi/peradangan, antikanker, antikonstipasi/sembelit, antidiabetes, antiobesitas/kegemukan, antiinfeksi (bakteri, jamur, virus patogen) dalam dan luar tubuh, memperbaiki fungsi pencernaan, memperbaiki penyerapan gizi, melancarkan aliran darah, mengontrol kadar kolesterol darah, dan meningkatkan imunitas tubuh,” ungkap Dr. Neneng Windayani, Ketua Tim Riset Kefir di UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Ditambahkan Neneng, tidak kurang dari 50 spesies probiotik telah dilaporkan terdapat dalam grain kefir, antara lain Bifidobacterium psychraerophilum, Bifidobacterium choerinum, Bifidobacterium longum, Bifidobacterium pseudolongum, Lactobacillus acidophilus, Lb. brevis / Lb. kefiri,  dan spesies lainnya.

Kaitannya dengan virus SAR-CoV-2 penyebab COVID-19, Dr. Yani Suryani, M.Si. ahli mikrobiologi pada Tim Riset Kefir UIN Sunan Gunung, menjelaskan kefir memiliki kemampuan menekan atau menghambat ACE-2 (angiotensin-converting enzyme) yang merupakan reseptor SAR-CoV-2, sehingga menghambat masuknya virus tersebut.

Yani menambahkan, makanan kaya probiotik seperti kefir dapat mendukung keseimbangan mikroorganisme dalam usus dan juga berkorelasi dengan penurunan kecemasan, hal ini karena probiotik memiliki kemampuan mereduksi tingkat kortisol yaitu hormon yang berperan dalam penggunaan gula atau glukosa dan lemak dalam metabolisme tubuh untuk menyediakan energi.

“Hormon kortisol berperan mengendalikan stres yang dipengaruhi oleh infeksi, cedera, aktivitas berat, dan stres fisik serta emosional. Selain itu konsumsi kefir dapat membantu meningkatkan pencernaan,” tuturnya

Bahan Baku Yang Mudah

Penggunaan kefir susu dan kefir kolostrum dalam pencegahan dan penanggulangan COVID-19 juga berdasarkan pertimbangan ketersedian bahan baku yakni susu segar yang dihasilkan dari ternak sapi atau kambing.

Hal ini dijelaskan oleh Dr. Tri Cahyanto, Tim Riset Kefir dan Ketua Lab Terpadu UIN Sunan Gunung Djati Bandung, bahwa susu segar hampir bisa ditemukan di seluruh wilayah Indonesia, di Jawa Barat sendiri terdapat sentra-sentra penghasil susu sapi dan susu kambing, sehingga memudahkan suplai bahan baku kefir susu.

Selain itu, lanjutnya, pembuatan kefir susu cukup mudah dan tidak memerlukan keahlian khusus, dapat dipelajari oleh siapapun. Sehingga diharapkan penggunaan kefir susu selain dapat mencegah dan menanggulangi COVID-19 dengan harga yang terjangkau juga dapat menghidupkan UMKM dan peternak sapi/kambing perah, dengan demikian roda perekonomian tetap berjalan.  (rma)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *