Kepingin Caper Sebarkan Foto Spanduk, Eh Politikus PDIP Budiman Sudjatmiko Kecele

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Niatnya ingin mencuri perhatian netizen dengan menyebarkan foto spanduk bertuliskan larangan menggunakan terompet, eh politikus PDIP Budiman Sudjatmiko malah kecele.

Foto spanduk yang disebarkan Budiman itu bertuliskan; Kawasan Muslim. Terompet Dilarang Masuk. Terompet Budaya Yahudi.

Muat Lebih

Menurut Budiman tulisan dalam spanduk itu bukan bertujuan membela Islam, melainkan sebaliknya.

“Mereka tidak sedang membela Islam. Mereka sedang membela kebodohan. Sedih agama besar di dunia dibela dengan retorika seperti ini. Ucapan padat seperti ini meninggalkan dampak emosi yang lebih kuat. Baik bagi yang setuju atau yang tidak. Sensasi (negatif) lebih kuat dari esensi!” tulis Budiman.

“Mereka tahu gak sih bahwa Tahun Baru Yahudi itu bukan 1 Januari? Mereka punya tahun baru sendiri yaitu Rosh Hasanah atau Yom Teruah,” sambungnya.

Tak pelak, unggahannya itu langsung menuai respons dari pengguna twitter. Setiaknya, unggahan tersebut diunggah ulang atau di retweet sekitar 1.200 pengguna dan disukai sekitar 3.200 pengguna twitter.

Namun sayang, unggahannya tersebut ternyata berita usang yang sudah terjadi beberapa tahun sebelumnya. Hal itu terjawab dari beberapa komentar warganet yang jugs menyertakan tangkapan layar sebuah pemberitaan media massa berbasis daring.

“Foto 4 tahun lalu tuh bro. Nggak ada yang lebih update?” balas akun Wahyu Wijaya.

Beda halnya yang ditulis oleh akun Kami Oposisi. Ia menuliskan alasan unggahan Budiman sebagai bentuk pengalihan isu di tengah utang negara yang belum terbayarkan di era pemerintahan saat ini.

“Ketika ekonomi gagal menyejahterakan rakyat, ketika BUMN terbukti menyisakan utang ratusan triliun, maka orang dalam pemerintah harus putar otak supaya rakyat berisik. Maka hari ini bahkan Menteri Keuangan fasih bicara radikal radikul, sesuatu yang enggak pernah dia ucapkan di zaman SBY,” cuit akun Kami Oposisi. [sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *