Kisah Pilu NN, PSK Yang ‘Dijebak’ Politisi Gerindra Andre Rosiade (4-Habis): NN Malang Dibela Aktivis Perempuan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Kisah pilu NN, PSK yang digerebek melalui operasi ‘penjebakan’ di salah satu Hotel di Padang, Sumatera Barat kini viral. Berbagai kalangan aktivis pembela perempuan dan pemerhati hukum langsung menyusun barisan, menyoroti kasus tersebut.

Komisioner Sub Komisi Pemantauan Komnas Perempuan, Siti Aminah Tardi menilai, NN telah diperlakukan tidak adil karena di satu sisi dia dijadikan objek dan ditahan, tapi di sisi lain pengguna jasanya tidak mendapat perlakuan yang sama.Menurut Siti yang harusnya ditangkap adalah muncikarinya NN.

Muat Lebih

Justru, menurut Siti, posisi NN dalam perkara ini adalah korban tipu daya. Tak lupa Siti juga menyoroti terkait peran anggota DPR dari Fraksi Partai Gerindra dalam perkara tersebut.

“Saya pikir siapa pun, termasuk Andre, jika ingin membangun citra di daerah, akan lebih baik dengan (cara) membangun sistem pencegahan, penanganan, dan pemulihan korban kekerasan terhadap perempuan. Agar lebih terasa manfaatnya dan keberlanjutan,” kata Siti di Jakarta.

Sekadar informasi, bunyi Pasal 296 dan Pasal 506 KUHP yang dilontarkan Siti adalah; Pasal 296; Barang siapa yang mata pencahariannya atau kebiasaannya yaitu dengan sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.

Sementara Pasal 506; Barang siapa sebagai muncikari (souteneur) mengambil keuntungan dari pelacuran perempuan, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun.

Ketua Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur juga mengkritik sikap Andre dan polisi.

Menurut dia, tak ada pasal pidana dalam KUHP terkait PSK. “Tidak terjadi motif jika tidak ada yang memesan dia,” ucap Isnur.

Kedua, justru Andre yang semestinya diperkarakan. “Polisi seharusnya memidanakan terlebih dahulu orang yang mengatur peristiwa itu. Justru dia (Andre) yang merencanakan. Dia otaknya. Korban dijebak tapi malah dipidana,” kata Isnur.

Menurut Isnur, cara menjebak yang dilakukan Andre dapat merusak sistem hukum.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *