Kominfo Gandeng BSSN Deteksi Malwere yang Disusupkan Pada Video Virus Corona

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk mendeteksi malware yang disusupkan di video tutorial ‘Berlindung dari Virus Corona’.

Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan bahwa penyebar malware biasanya suka memanfaatkan momentum untuk menyusup ke perangkat pengguna.

Muat Lebih

“Terkait malware, memang setiap ada kesempatan, banyak orang yang akan memanfaatkannya (untuk menyebar malware). Kita akan bekerja sama dengan BSSN untuk monitor malware yang disebar lewat video itu,” kata Semuel dikutip dari Telset.id Jum’at (7/02/2020).

Selain itu, pria yang akrab disapa Sammy itu mengimbau kepada masyarakat untuk tidak asal membuka tautan-tautan yang mencurigakan, maupun mengunduh dokumen yang tidak diketahui siapa pengirimnya.

“Hati-hati apabila membuka hoaks. Apalagi ada tautannya atau diminta men-download, karena kemungkinan besar mereka akan menaruh malware. Jadi jangan membuka, apalagi tidak tau siapa yang mengirimkannya,” ujar Sammy.

“Hati-hati untuk meng-klik yang namanya konten-konten terkait virus ini (Corona), karena akan merugikan masyarakat karena mereka akan mengambil alih gadget kita ataupun data-data kita,” sambungnya.

Sebelumnya, Kaspersky menemukan malware berkedok video pencegahan Virus Corona. File video berisi malware itu disebar dengan memanfaatkan momentum pemberitaan tentang Virus Corona yang saat ini sedang menjadi pusat perhatian masyarakat.

Berdasarkan keterangan yang diterima pada Senin (03/02/2020) malware yang ditemukan menyamar dengan kedok file pdf, mp4, docx tentang Virus Corona.

Nama-nama file yang digunakan berisi tentang tutorial atau cara melindungi diri dari virus, atau info terkini seputar ancamannya, dan juga prosedur deteksi virus.

“Virus Corona yang sedang dibahas secara luas sebagai berita utama, telah digunakan sebagai umpan oleh para pelaku kejahataan siber,” tulis Analis Malware Kaspersky, Anton Ivanov. [rif]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *