Komisi II Minta Kementerian PAN-RB Respon Kajian Agama ASN

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Arwani Thomafi meminta, Kementerian PAN-RB merespons ramainya perbincangan dan keresahan publik mengenai keberadaan komunitas kajian keagamaan yang mengidentifikasi diri sebagai ASN di Kementerian Keuangan.

Sebab, konten-konten yang disampaikan ke publik berisi sikap kebencian terhadap praktik keagamaan yakni tasawuf dan tarekat telah menimbulkan keresahan di publik.

Muat Lebih

Padahal, semestinya ASN menjadi garda terdepan dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian, kebersamaan, dan keguyuban antar anak bangsa.

“Kemen PAN RB perlu merespons dengan melakukan koordinasi dengan berbagai instansi pemerintahan untuk memastikan kegiatan di lingkungan Kementerian/Lembaga baik yang dilakukan formal maupun informal harus dipastikan berisi kebaikan dan mendorong kerukunan,” kata Arwani di Jakarta, Minggu (29/12/2019).

“Bukan kegiatan yang justru menyemai kebencian antar anak bangsa apalagi internal umat Islam,” tambahnya.

Politisi PPP ini mendorong agar Kemen PAN RB perlu melakukan audit ke seluruh Kementerian/Lembaga dengan berkoordinasi dengan pimpinan untuk memastikan tidak ada kegiatan baik formal dan informal yang justru mempromosikan kebencian antar umat beragama atau internal umat beragama.

“Kita minta pimpinan di masing-masing Kementerian atau Lembaga untuk melakukan pembinaan, pengawasan dan pencegahan atas kegiatan yang diidentifikasi berisi kajian-kajian yang bertolak belakang dari spirit kebersamaan, kerukunan dan kedamaian,” jelasnya.

Arwani menyatakan, kegiatan kajian keagamaan pada prinsipnya merupakan kegiatan positif di lingkungan ASN di Kementerian atau Lembaga. Diharapkan kegiatan tersebut mendorong produktivitas dan integritas bagi kerja ASN.

“Kami mendukung penuh kegiatan tersebut. Hanya saja, kegiatan keagamaan di lingkungan Kementerian dan Lembaga harus dipastikan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan keagamaan, bukan justru mendistorsi pemahaman keagamaan yang menimbulkan hilangnya kehangatan antar-umat beragama dan intra umat beragama,” tegasnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *