Kompolnas Bakal Minta Penjelasan Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Penyiksaan Kepada Lutfi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bakal meminta pihak Polda Metro Jaya untuk menjelaskan prihal dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh oknum polisi terhadap Lutfi Alfiandi. Lutfi Alfandi adalah pemuda yang dangkap sedang membawa bendera  merah putih oleh polisi saat demo RUU KPK, pada September 2019, lalu.

Komisioner Kompolnas Poengky Indrarti mengatakan, polisi harus menjelaskan secara transparan apabila memang ada perlakuan tindak kekerasan saat penyelidikan berlangsung.

Muat Lebih

“Kompolnas akan melakukan klarifikasi kepada Polda Metro Jaya,” ujar Poengky Indarti.

Poengky juga meminta polisi terbuka kepada masyarakat dengan memperlihatka bukti-bukti saat pemeriksaan Lutfi berlangsung. Upaya itu dilakukan untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat, misalkan tundingan Lutfi itu tidak benar. Atau pun kalau benar kata Poengki, pihak Propam Polda Metro Jaya harus bisa memproses secara hukum oknum polisi tersebut.

Lebih lanjut Poengky mengatakan untuk kasus penganiayaan ini, ada baiknya pihak keluarga dan pengacara mau melaporkannya kepada Propam Polda Metro Jaya. Tujuannya, agar Propam bisa bekerja untuk melakukan pemeriksaan kepada para penyidik yang saat itu memeriksa Lutfi.

Poengky juga menekankan, dalam kasus kekerasan yang dialami oleh Lutfi ini, harus bisa dibuktikan dengan melihat CCTV  dan juga Lutfi harus diperiksa oleh tim medis.

“Yang penting dalam kasus ini masalah pembuktiannya. Jika benar disiksa dengan cara disetrum, apakah bisa dicek dari fisiknya? Harus ada pemeriksaan medis. Selain itu apakah ada CCTV yang merekam, atau foto yang menunjukkan luka-luka, atau saksi yang melihat,” kata dia.

Propam Polda Metro Jaya, kata Pongky harus bisa melihat CCTV pada saat pemeriksaan Lutfi berlangsung. Sebab kata dia, penyidik polri yang dibawah Polda Metro Jaya itu saat bekerja dilengkapi dengan CCTV.

Untuk selanjutnya, Pongky juga meminta hakim yang menangani kasus ini, agar menggali fakta dari pengakuan Lutfi saat dipersidangan.

“Karena kasus ini sudah di pengadilan, maka majelis hakim yang saat ini lebih bisa menggali kebenaran faktanya,” tutur dia.

Sebelumnya, dalam persidangan dihadapan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Senin 20 januari 2020, Lutfi mengaku disterum oleh oknum penyidik saat ia dimintai keterangan di Polres Jakarta Barat. Lutfi dipaksa untuk mengaku telah melempar batu ke arah polisi.

“Saya disuruh duduk, terus disetrum, ada setengah jam lah. Saya disuruh ngaku kalau lempar batu ke petugas, padahal saya tidak melempar,” ujar Lutfi di hadapan Hakim Pengedilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (20/1/2020).

Lanjut Lutfi, karena merasa tertekan atas perlakukan penyidik terhadapnya. Maka ia pun mengakui perbuatan yang tidak ia lakukan, pada saat aksi demonstrasi berlangsung. Kemudian, setelah pengakuan itu, polisi pun berhenti menyiksanya.

“Karena saya saat itu tertekan makanya saya bilang akhirnya saya lempar batu. Saat itu kuping saya dijepit, disetrum, disuruh jongkok juga,” kata Lutfi. Namun, dugaan penyiksaan itu terhenti saat polisi mengetahui foto Lutfi viral di media sosial. “Waktu itu polisi nanya, apakah benar saya yang fotonya viral. Terus pas saya jawab benar, lalu mereka berhenti menyiksa saya,” ujar dia.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *