Modifikasi Cuaca Diklaim Sukses Kurangi Intensitas Hujan di Jabodetabek

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama dengan TNI yang didukung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak Jumat pagi 3 Januari lalu telah melakukan Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).

Hasilnya, modifikasi cuaca tersebut telah secara signifikan menurunkan intensitas hujan sedang-lebat yang seharusnya terjadi di wilayah Jabodetabek.

Muat Lebih

“BNPB akan terus melakukan operasi ini untuk menghindari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jabodetabek,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo di Jakarta, Rabu (8/1/2020).

Dari laporan BPPT, hujan berhasil diturunkan di perairan barat laut dan barat daya Jabodetabek. Laporan ini merujuk pada data satelit yang menunjukkan wilayah terjadinya hujan.

Diketahui, pada sorti pertama dengan menggunakan pesawat CN295, bahan semai NaCl sebanyak 2,4 ton disebarkan pada wilayah barat hingga barat daya Jabodetabek, sorti berikutnya dengan Casa 212-200 dengan kapasitas semai 800 kg mendistribusikan bahan semai di perairan Selat Sunda.

Sementara itu, lanjut Agus sorti ketiga, bahan semai ditebar di barat laut Jabodetabek. Sedangkan sorti terakhir dengan CN 295 bahan semai sejumlah 2,4 ton disemai pada wilayah barat hingga barat laut Jabodetabek.

“Kami bekerja sama dengan BPPT dan TNI akan terus melakukan operasi TMC. Mengingat, manfaat TMC untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, khususnya curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi jatuh di wilayah Jabodetabek,” katanya.

Sejak dilakukan pada 3 Januari 2020 lalu, operasi TMC melalui pesawat fixed-wings telah melakukan 20 sorti penerbangan dengan total bahan semai NaCl mencapai 32 ton.

Pelaksanaan operasi TMC untuk penanggulangan bencana banjir di Jabodetabek dan sekitarnya tentunya harus memperhatikan pertumbuhan awan. Hal itu menjadi faktor penting yang harus terus dipantau secara berkesinambungan.

“Guna membantu pengamatan cuaca dan kondisi awan di wilayah target, BPPT bekerjasama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk analisis data cuaca yang tersedia dari radar Stasiun Meteorologi Cengkareng,” terang Agus. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *