MUI Fatwakan Vaksin AstraZeneca Haram, Tapi Boleh Digunakan Karena Darurat

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan vaksin Covid-19 produksi AstraZeneca haram. Sebab, vaksin Covid-19 yang diproduksi di Korea Selatan itu mengandung enzim babi.

Ketua Majelis Ulama Indonesia bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh Asrorun mengatakan keputusan itu telah dituangkan dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2021 tentang Hukum Penggunaan Vaksin Covid-19 Produk AstraZeneca.

Muat Lebih

“Vaksin COVID-19 produk AstraZeneca hukumnya haram, karena dalam tahapan proses produksinya memanfaatkan enzim dari babi,” ujar Asrorun Niam dalam konferensi pers melalui YouTube Kominfo TV, Jumat (19/3/2021).

Meskipun difatwakan haram, MUI tetap memperbolehkan penggunaan vaksin AstraZeneca dalam keadaan darurat. Selain itu, ketersedian vaksin COVID-19 yang sudah lain yang halal tidak mencukupi untuk digunakan pada program vaksinasi COVID-19 nasional.

“Pemerintah juga tidak memiliki keleluasaan memilih jenis vaksin COVID-19 mengingat keterbatasan vaksin yang tersedia baik di Indonesia maupun dunia,” kata Asrorun.

Meski MUI telah memberikan izin penggunaan, tapi izin tersebut akan dicabut apabila vaksin COVID-19 merek lainnya yang tiba di Indonesia akan dicabut.

Lebih lanjut, MUI merekomendasikan kepada pemerintah untuk memprioritaskan penggunaan vaksin COVID-19 yang halal dan suci untuk program vaksinasi nasional, khususnya bagi umat Islam.

“Pemerintah harus memprioritaskan penggunan vaksin COVID-19 yang halal semaksimal mungkin bagi umat Islam. Dan secara khusus MUI memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah untuk ketersedian vaksin yang aman dan halal untuk kepentingan penangan COVID-19,” pungkasnya. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *