Nama Baik Tercoreng, Helmy Yahya Siap Gugat Dewas TVRI ke Pengadilan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Eks Direktur Utama TVRI Helmy Yahya berencana melakukan gugatan ke pengadilan terhadap keputusan Dewan Pengawas (Dewas) atas putusan pemberhentian dirinya. Langkah ini diambil karena Helmy merasa nama baiknya sangat tercoreng.

Apalagi dalam putusan pemberhentian ini, Helmy diberhentikan ‘dengan hormat’. “Saya akan mendalami hal ini. Saya sedang melakukan pembelaan pak, mungkin besok atau lusa saya akan melakukan gugatan melalui pengadilan mungkin,” tandasnya.

Muat Lebih

“Tujuan saya membela diri adalah membela nama baik saya. Saya adalah seorang professional, sekarang adalah ketua Ikatan Alumni STAN. Para alumni ya, menyandarkan kepercayaan kepada saya. Saya tidak boleh cacat. Saya bela sampai kapanpun,” tegasnya.

Dikatakan Helmy, merujuk Pasal 20 ayat 4 Undang-undang Nomor 13 Tahun 2005 Tentang Lembaga Penyiaran, tidak satupun pemecatan dirinya memenuhi kriteria.

Pasal yang dimaksud, “Anggota dewan direksi dapat diberhentikan sebelum habis masa jabatannya berbunyi: “Tidak melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku; terlibat dalam tindakan yang merugikan lembaga; dipidana karena melakukan tindak pidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap; atau tidak lagi memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22’.

“Dari bunyi peraturan ini, saya rasa, tidak satupun memenuhi alasan pemecatan saya oleh Dewas,” tegas Helmy.

Soal kesempatan pembelaan diri, pada ayat 5-8 pasal 20 ini, seorang Dirut berhak melakukan pembelaan diri. Pasal 6 menyebutkan, pembelaan diri sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dilakukan secara tertulis dalam jangka waktu 1 (satu) bulan terhitung sejak anggota dewan direksi yang bersangkutan diberi tahu secara tertulis oleh dewan pengawas tentang rencana pemberhentian tersebut.

Ayat 7, selama rencana pemberhentian sebagaimana dimaksud pada ayat (5) masih dalam proses, anggota dewan direksi yang bersangkutan dapat melanjutkan tugasnya.

Dari ayat-ayat, dikatakan Helmy, Dewas TVRI dalam waktu satu bulan langsung memecat dirinya. Meskipun dia berusaha melakukan pembelaan diri dengan menyiapkan 27 halaman dokumen serta lampirannya 1.208. Helmy sempat berharap ada ruang untuk komunikasi, hearing, rekonsiliasi sesuai arahan-arahan yang diterima.

“Tapi apa yang terjadi dengan dewan pengawas. Mereka punya waktu 2 bulan untuk menerima atau tidak pembelaan diri saya. Tapi dalam sebulan, saya dipanggil dan selesai. Saya resmi tidak lagi menjadi Dirut TVRI. Tidak ada hearing, tidak ada permintaan klarifikasi, rekonsiliasi, permintaan kami untuk berkomunikasi seperti arahan komisi I DPR, Kominfo, BPK, mensesneg agar diselesaikan baik-baik, tidak ada ruang,” urainya.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *