Pemprov Sumsel Tetapkan Siaga Darurat, 10 Daerah Ditetapkan Rawan Karhutla

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menetapkan status siaga darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Seluruh instansi terkait akan tergabung dalam Satgas Karhutla melakukan antisipasi, khususnya di 10 daerah rawan karhutla.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, status siaga darurat ini sudah berlaku sejak 1 Maret lalu dan berlaku selama musim kemarau. Penetapkan siaga darurat karhutla di penghujung musim hujan ini untuk mempercepat koordinasi antarinstansi untuk melakukan antisipasi pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Muat Lebih

“Sudah berstatus siaga darurat karhutla. Karena itu diperlukan kerja cepat dalam penanganan,” ungkap Deru, Selasa (9/3/2021).

Menurut dia, ada sepuluh daerah menjadi perhatian utama karena menjadi daerah rawan karhutla. Yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ili, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Ogan Komering Ulu, dan Ogan Komering Ulu Timur.

“Untuk 10 daerah itu sama dengan tahun-tahun sebelumnya karena terbukti terjadi karhutla,” ujarnya.

Menurut dia, musim kemarau tahun ini akan menyebabkan kadar air permukaan terutama di lahan gambut menurun. Hal ini harus diantisipasi karena rentan terjadi kebakaran dan cepat meluas.

“Maka dari itu, air permukaan di lahan gambut jangan sampai berkurang 30 centimeter. Harus diupayakan tetap lembab,” kata dia.

Sebagai langkah konkrit, pembangunan embung menjadi salah satu solusinya. Membasahi lahan tidak mesti dilakukan dari atas, melainkan mengalirkan air dari bawah permukaan lahan.

“Stok air harus terjaga, keberadaan embung difungsikan, seperti embung di Kebun Raya Sriwijaya yang baru diresmikan. Ini salah satu cara agar lahan tetap basah karena biasanya api padam di atas tetapi menjalar dari bawah, tepatnya di gambut,” ujarnya.

“Dalam situasi darurat, helikopter dapat difungsikan untuk waterboombing,” sambungnya.

Deru berharap, penanganan karhutla tahun ini sama berhasilnya dengan 2020. Ketika itu, karhutla dapat ditekan melalui edukasi kepada masyarakat dan korporasi yang didukung faktor kemarau basah.

“Intinya beragam upaya dilakukan agar karhutla bisa dicegah,” tutup Deru. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *