Penjelasan Polisi Terkait Meninggalnya Ustaz Maaher di Rutan Bareskrim

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Mabes Polri angkat bicara dan memberikan penjelasan soal meninggalnya Soni Ernata alias Ustaz Maaher At-Thuwailibi, di Rutan Bareskrim Mabes Polri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengungkapkan, perkara Ustad Maaher masuk tahap 2 dan sudah diserahkan ke kejaksaan. Sebelum tahap 2 (barang bukti dan tersangka diaerahkan ke jaksa), Maaher mengeluh sakit.

Muat Lebih

Kemudian, petugas rutan dan tim dokter membawa yang bersangkutan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polri Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.

“Setelah diobati dan dinyatakan sembuh yang bersangkutan dibawa lagi ke Rutan Bareskrim,” ujar Argo, Senin (8/2/2021) malam.

Dikatakan Argo, selanjutnya penyidik melakukan tahap dua penyerahan barang bukti dan tersangka Ustaz Maaher ke kejaksaan. Setelah tahap 2 selesai Ustaz Maaher kembali mengeluh sakit.

Petugas rutan dan tim dokter menyarankan agar Ustaz Maaher dibawa kembali ke RS Bhayangkara Polri, tapi yang bersangkutan tidak mau hingga akhirnya meninggal dunia. “Soal sakitnya apa tim dokter yang lebih tahu,” ungkap Argo.

Argo menyampaikan, saat ini Ustaz Maaher berstatus tahanan kejaksaan karena sudah masuk tahap dua. “Jadi perkara Ustaz Maaher ini sudah masuk tahap 2 dan menjadi tahanan jaksa,” katanya.

Sebelumnya, Maaher ditetapkan sebagai tersangka karena diduga telah melakukan penghinaan terhadap Habib Luthfi.

Dia dijerat Pasal 45 ayat (2) Juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *