Penyerobot Jalur Busway Masih Marak, 157 Pengendara Terkena Tilang ETLE

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pemberlakuan tilang sepeda motor lewat kamera elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) sudah memasuki hari kelima. Terhitung data pada Selasa (4/2) sebanyak 157 pengendara terkena dampak aturan baru tersebut.

“Jumlah pelanggaran sepeda motor sejumlah 157 pelanggaran,” ungkap Kasubdit Gakkum Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar dalam keterangan tertulisnya, Rabu (5/2/2020).

Muat Lebih

Fahri menjelaskan, jenis pelanggaran yang paling banyak terjadi yaitu pelanggaran sepeda motor melintas jalur busway, sejumlah 103 pelanggaran

Pelanggaran sepeda motor yang paling banyak terjadi di jalur busway tepatnya di halte Imigrasi koridor 6 TransJakarta. Fahri melanjutkan, Kamera ETLE di sana berhasil mencapture 53 pelanggar. “Terdiri dari 52 pelanggaran sepeda motor melintas jalur busway dan satu pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm,” jelas Fahri.

Dari data tersebut, Polisi memastikan jumlah pengendara mengalami penurunan. Diantaranya, pada Sabtu (1/2) ada 167 pelanggar dan Minggu (2/2) ada 174 pelanggar dan Senin (3/2) ada 161 pelanggar. “Mengalami penurunan sejumlah 4 pelanggaran (dibanding hari Senin) atau sebanyak 2,4 persen,” ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Pol. Yusuf menjelaskan, ada 45 kamera ETLE yang sudah dilengkapi dengan fitur tilang sepeda motor. Kamera itu akan menindak pengendara yang kedapatan tidak memakai helm, melanggar marka jalan atau menerobos lampu merah, stop line dan menggunakan handphone di jalan.

Fitur itu akan di tempatkan di beberapa titik seperti Kota Tua, Hayam Wuruk, Gajah mada, Medan Merdeka Barat, Thamrin-Sudirman dan Blok M. Kemudian di Grogol, Gatot Subroto, MT Haryono, Bandara Halim, Jalan Rasuna Said Kuningan, DI. Panjaitan hingga Simpang Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih.

“Jadi bertahap kita melakukan penambahan (kamera ETLE). Kita juga cari lokasi-lokasi mana yang rawan pelanggaran. Salah satu titik yang menjadi lokasi kedepan adalah JLNT (jalan layang non tol) Casablanca. Itu nanti akan kita pasang,” jelasnya di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020).

Adapun denda para pelanggar sepeda motor sesuai dengan Undang-Undang (UU) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Untuk pengendara yang tidak memakai helm, terancam hukuman penjara satu bulan dan denda maksimal Rp.250 ribu.

Bagi mereka yang melanggar marka jalan, terancam penjara dua bulan dan denda maksimal Rp500 ribu. Sementara, pengendara yang terganggu konsentrasinya karena menggunakan Handphone, terancam penjara tiga bulan dengan denda maksimal Rp750 ribu.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *