Pergub Kantong Plastik Bulan Juli 2020

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA-COM – Peraturan penggunaan kantong plastik sekali pakai di DKI Jakarta, bakal diterapkan sekitar bulan Juli 2010 mendatang. Saat ini, Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat, itu masih disosialisasikan.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengatakan, lokasi awal sosialisasi Pergub tersebut difokuskan pada pasar rakyat. Isnawa menuturkan, ada waktu enam bulan sebelum Pergub tersebut efektif diberlakukan. “Menurut saya, ini warming up sebelum bulan Juli. Lebih bagus kalau di bulan Februari habit-nya sudah terbiasa,” katanya, Senin (20/1/2020).

Muat Lebih

Dengan waktu enam bulan, Isnawa merasa cukup jika semua elemen masyarakat ikut mengurangi penggunaan plastik. “Sangat cukup kalau semuanya bergerak. Akan sangat tidak cukup kalau pemerintah saja, artinya harus rame-rame,” kata dia.

Isnawa menjelaskan, setiap wali kota mempunyai kebijakan strategis daerah (Jakstrada) untuk pengelolaan sampah di angka 22% dari total sampah se-Jakarta Selatan. “Jakarta Selatan 1.200 ton per hari. Kalau 22% itu di kisaran 300-400 ton. Nah, bagaimana upaya pemerintah kota untuk mengurangi sampah itu. Salah satunya membuat bank sampah, mengajak memilah sampah dan sosialisasi Pergub 142 itu tadi,” ungkapnya.

Isnawa menuturkan, akan ada sanksi bagi para pelaku usaha yang tetap membandel dan tidak menjalankan Pergub tersebut. “Mereka akan dikenakan sanksi teguran tertulis dan ada tahapannya. Dinas LH (Lingkungan Hidup) kan sudah merangkul pengusaha ritel dan semua stakeholder yang sejak dulu sudah digelar Focus Grup Discussion. Makanya akan tidak kaget kalau plastik dikurangi,” imbuhnya.

Sementara Kasi Pengelolaan Sampah Dinas LH DKI Jakarta Rahmawati menjelaskan, Pergub 142 Tahun 2019 dibuat dalam rangka mengurangi sampah secara keseluruhan di Jakarta, salah satunya plastik. “Satu lagi ada kewajiban penggunaan kantong ramah lingkungan, karena tadi pengurangan sampah secara keseluruhan,” tandasnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *