PHK Indosat Berlanjut Di Tengah Gempuran Covid-19

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Sebanyak 677 karyawan tetap PT Indosat terpaksa menandatangi perjanjian bersama pemutusan hubungan kerja (PHK). Jika tidak ditandatangani perusahaan siap mengajak berperkara hingga ke pengadilan.

Sementara gelompak PHK gelombang ke 2 akan dilakukan Juni mendatang. Hal ini karena perusahaan masih membutuhkan mereka hingga perusahaan outsourcing siap untuk mengambil alih pekerjaan mereka di Network Operation.

Muat Lebih

Sebelumnya, pada 14 Februari 2020 lalu, Indosat juga telah melakukan PHK sepihak. Karyawan digiring satu per satu ke sebuah kamar hotel untuk menandatangi surat PHK. Tak peduli berlainan jenis, bukan mahrom, tetap ditempatkan berduaan di kamar hotel.

“karyawan Indosat yang selama ini hidup dalam budaya kerja dimana sikap saling menghargai dan bekerjasama adalah kunci kesuksesan perusahaan, diperlakukan serendah itu,” Roro Dwi Handayani, Presiden Serikat Pekerja (SP) Indosat melalui keterangannya, Rabu (1/4/2020),

Roro mengatakan, di tengah wabah Covid-19, tak menghentikan perusahaan untuk terus mem-PHK karyawan. Bahkan perusahaan mendaftarkan perselisihan ke Disnaker ke sekitar 10 kota tempat karyawan ditugaskan, diantaranya Dinas Tenaga Kerja  Bandar Lampung, Jakarta Pusat, Bandung, Banyumas, Semarang, Kab.Kendal, Surabaya, Malang, Madiun, dan Makassar.

Karyawan yang menolak tandatangan PHK kemudian mendapat panggilan demi panggilan oleh Disnaker setempat. Perusahaan yang sudah menyerahkan urusan ke lawyer terkesan tidak peduli dengan keselamatan karyawan yang sedang didorong PHK yang harus menghadap ke Disnaker.

“SP Indosat telah menghubungi para kepala dinas hingga dirjen untuk minta agar panggilan ditunda, karena keselamatan karyawan dan pengurus SP Indosat dari Jakarta, termasuk lawyer perusahaan dari Jakarta yang harus mendatangi 10 kota terancam akibat mobilitas di tengah wabah Covid-19. Mereka itu masih karyawan Indosat, dan perusahaan wajib memprioritaskan keselamatan karyawan di atas target manajemen untuk mem-PHK dalam waktu 140 hari,” kata Roro

Roro menjelaskan, sejak merebaknya wabah Covid-19, karyawan yang dilaporkan jatuh sakit ada puluhan orang dan yang meninggal ada 4 orang, entah terkait dengan wabah Covid-19 atau tidak karena sebagian tidak melakukan test COVID-19. Yang pasti, 3 dari 4 karyawan yang meninggal adalah yang terdampak PHK. “Jangan kita menambah korban dengan cara sengaja menempatkan karyawan dalam resiko bahaya” pungkas Roro Dwi Handayani.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *