Polemik Usulan Ekspor Ganja, MUI: Kami Menyayangkan Sikap Kader PKS Itu…

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Polemik terkait usulan menjadikan ganja sebagai komoditas ekspor yang dilontarkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKS, Rafli Kande, masih terus bergulir.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun turut menuangkan komentarnya terkait usulan tersebut. Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Noor Ahmad, tegas menyatakan ganja sebagai barang haram.

Muat Lebih

“Kalau barang yang haram itu diperjual-belikan tetap saja haram. Artinya, ya, kalau ada usul untuk ekspor, ya, haram, semua. Ndak boleh, ndak diperbolehkan,” kata Noor Ahmad kepada wartawan, Jumat (31/01/2020) malam.

Dia menegaskan segala sesuatu yang telah diharamkan tidak boleh dimanfaatkan. Menurut Noor, masih banyak tanaman halal yang manfaatnya sama seperti ganja. Dia bilang, kita sebagai umat beragama tidak boleh bermain-main dengan sesuatu yang sudah jelas dilarang agama.

“Kalau alasan untuk pengobatan, hal-hal yang halal kan masih banyak. Artinya bukan hanya ganja,” sambungnya.

Noor menyebut MUI telah mengeluarkan fatwa haram bagi ganja sebagai salah satu jenis narkotika. Menurutnya, fatwa haramnya ganja telah sejak lama dikeluarkan MUI.

Noor menjelaskan dalil fatwa haram ganja tersebut. Dia bilang, ganja sama halnya dengan khamr (minuman keras), sama-sama memabukkan. Sama-sama merusak otak.

“Dalam Al Quran sudah jelas sesuatu yang memabukan itu diharamkan penyebarannya. Karena itu akan merusak dan jadi bumerang,” sebutnya.

Noor pun menyayangkan, Rafli, sebagai kader PKS yang notabene berbasis Islam, justru tidak berpendapat sesuai dengan ajaran agama Islam. Dia menegaskan bahwa PKS harus menjadi pelopor penegakan hukum Islam.

“PKS yang kita harapkan menjadi pelopor penegakan hukum-hukum semacam itu, tapi justru malah memberikan pendapat, walaupun itu dikaji ya. Saya kira partainya sendiri juga akan mengingatkan,” tegasnya

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini mengungkapkan PKS telah memberikan teguran keras kepada Rafli terkait usulannya tersebut. Jazuli pun menegaskan usulan Rafli itu bukanlah sikap PKS.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *