Polisi Tetapkan Pelaku Tabrak Lari Bocah di Kelapa Gading sebagai Tersangka

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Pengemudi Sedan B 2388 RFQ yang menabrak lari bocah sembilan tahun hingga mengalami pendarahan otak di Kelapa Gading, Jakarta Utara telah ditetapkan sebagai tersangka. Pemuda berstatus mahasiswa itu kini terancam hukuman penjara paling lama lima tahun.

Peristiwa tabrak lari itu terekam kamera CCTV hingga viral di media sosial. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan peristiwa tabrak lari tersebut bermula ketika korban tengah berjalan kaki dengan orangtuanya. Tiba-tiba, pengemudi sedan dengan kecepatan cukup tinggi menabraknya dan melarikan diri.

Muat Lebih

“Ditabrak oleh sebuah sedan berwarna hitam dan kemudian melarikan diri,” kata Sambodo di Kantor Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (24/3/2021).

Menurut Sambodo, MRK dijerat dengan Pasal Pasal 310 Ayat 3 dan atau Pasal 312 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UULLAJ).

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka dan akan dilakukan penahanan,” ujar Sambodo.

Saat ini, pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan urine yang bersangkutan. Hal itu untuk memastikan apakah yang bersangkutan mengemudi dalam pengaruh narkoba atau minuman beralkohol.

“Sudah dicek urine dan hasil masih kita tunggu,” katanya.

Akibat peristiwa tersebut korban mengalami mengalami pendarahan otak. Sementara kedua orangtuanya mengalami luka ringan.

Aparat kepolisian sempat kesulitan saat berupaya mengidentifikasi mobil milik MRK lantaran plat nomornya tak tertangkap jelas oleh kamera pengintai atau CCTV.

Total ada 10 kamera CCTV disekitar lokasi yang telah diperiksa di Puslabfor Polri. Hingga akhirnya, plat nomor kendaraan yang dikemudikan MRK berhasil terindentifikasi.

“Setelah kita datangi TKP (rumah MRK) kita temukan Mobil yang pecah kacanya dan tidak ada spionnya. Berarti sudah dapat dipastikan bahwa kendaraan itu lah yang melakukan keterlibatan tabrak lari,” ungkap Sambodo.

Namun, ketika itu MRK tidak ada di rumah saat aparat kepolisian menyambangi kediamannya pada Selasa (23/3) malam. Pria berstatus mahasiswa itu baru menyerahkan diri siang tadi setelah diultimatum oleh aparat kepolisian.

“Rabu sekitar pukul 12.30 WIB yang bersangkutan diantar orangtuanya menyerahkan diri ke Satlantas Polres Jakarta Utara,” ujar Sambodo menambahkan. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *