Politisi PDIP Sebut Manajemen Komunikasi Pemerintah Soal Virus Corona Buruk

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Masyarakat Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau terus melakukan unjuk rasa menolak keputusan pemerintah menjadikan Natuna sebagai tempat karantina bagi warga negara Indonesia (WNI) yang dipulangkan dari Wuhan Cina, karena merebaknya virus corona.

Bahkan, salah seorang masyarakat Natuna menyampaikan aspirasi kepada Anggota Komisi IX DPR Muchamad Nabil Haroen. Disampaikan Nabil, ada enam poin tuntutan masyarakat Natuna kepada pemerintah.

Muat Lebih

Pertama, pemerintah daerah diminta menjadi penyambung lidah masyarakat kepada Presiden dalam menyampaikan tuntutan masyarakat. Kedua, WNI dari Wuhan dipindahkan ke kapal dan dikarantina di lepas pantai.

Ketiga, pemerintah daerah dan pemerintah pusat memberi kompensasi berupa jaminan kesehatan berupa posko kesehatan darurat. Keempat, Menteri Kesehatan wajib berkantor di Natuna selama masa observasi WNI dari Wuhan sebagai bentuk jaminan kesehatan dan keamanan masyarakat Natuna.

Kelima, segala kebijakan pemerintah pusat yang akan dilakukan di Natuna, ke depannya harus disosialisasikan. Dan keenam, apabila pemda tidak bisa menjadi penyambung lidah, masyarakat Natuna akan menyampaikan mosi tidak percaya kepada pemerintah.

Tuntutan masyarakat Natuna ini, Nabil Haroen menilainya, sebagai bentuk keresahan masyarakat Natuna maupun di seluruh Indonesia terkait virus corona.

Keresahan itu, kata anak buah Megawati Soekarnoputri ini,  muncul disebabkan karena manajemen informasi yang disampaikan pemerintah masih minim. Kemudian sosialisasi terkait rencana isolasi WNI ke Natuna juga kurang terinformasi sehingga terjadi penolakan.

“Manajemen komunikasi yang kurang bagus perlu diperbaiki untuk mengurangi keresahan masyarakat. Karena perlu kita akui berita hoaks lebih menakutkan dari virus corona itu sendiri. Informasi dan Edukasi harus disampaikan terus menerus dan massif,” kata Nabil di Jakarta, Selasa (04/02/2020).[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *