PT MRT Klaim Dapat Penumpang 100 Ribu per Hari

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Setelah berhasil melampui target penumpang di tahun 2019, dari awalnya 65 ribu per hari menjadi rata-rata perhari 95 ribu per hari, pada tahun ini PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menargetkan jumlah penumpang mencapai 100 ribu per hari.

Direktur Utana (Dirut) PT MRT Jakarta William Sabandar mengatakan banyak pencapaian di tahun 2019 yang diraih perusahaannya. Salah satunya adalah telah selesainya pengerjaan konstruksi fisik MRT dan dapat dioperasikan secara komersial pada 1 April 2019.

Muat Lebih

“Di tahun 2019, PT MRT Jakarta telah menyelesaikan konstruksi fisik Fase I, Lebakbulus ke Bundaran HI. Lalu mulai beroperasi. Ketika beroperasi kita targetkan dapat penumpang 65 ribu per hari. Dan di akhir tahun, tercatat jumlah penumpang mencapai 95 ribu per hari,” kata William Sabandar dalam acara Forum Jurnalis MRT Jakarta di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020).

Untuk tahun ini, pihaknya meningkatkan target penumpang menjadi 100 ribu perhari. Ia optimistis target tersebut sudah dapat tercapai pada bulan ketiga tahun 2020 ini.

“Kalau ridership 100 ribu, saya berharap mulai bulan Maret, rata-rata jumlah penumpang 100 ribu dapat tercapai. Kalau Januari mungkin 90 ribu, Februari naik 95 ribu penumpang per hari,” ujar William Sabandar.

Meski diakuinya, berdasarkan pengalaman tahun lalu, ada bulan-bulan yang mengalami penurunan jumlah penumpang, tetapi ia optimistis rata-rata jumlah penumpang mampu melampui target. Atau paling tidak total jumlah penumpang di sepanjang tahun 2020 bisa mencapai 3,65 juta orang. Meningkat dari total jumlah penumpang pada tahun 2019 yang mencapai 2,4 juta orang.

Agar target itu tercapai, lanjutnya diperlukan upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk mampu membuat masyarakat beralih menggunakan transportasi publik seperti MRT Jakarta.

Beberapa kebijakan Pemprov DKI yang sedang ditunggu PT MRT Jakarta adalah menaikkan tarif parkir dan memperbanyak Park and ride.

“Kita menunggu kebijakan Pemprov DKI untuk menaikkan tarif parkit dan mengurangi area parkir di kawasan sepanjang Jalan Sudirman hingga Thamrin. Dibarengi dengan penyiapan lebih banyak jalur park and ride,” terang William Sabandar.

Saat ini, PT MRT Jakarta sedang menjajaki kerja sama dengan Pusat Pengelola Kawasan (PPK) Gelora Bung Karno (GBK). Agar area parkir timur Senayan bisa dijadikan area Park and ride.

“Jadi warga yang ingin ke pusat kota, Jalan Sudirman dan Thamrin, tinggal memarkirkan kendaraan pribadinya di parkir timur Senayan. Lalu melanjutkan perjalanan dengan MRT. Dengan begitu akan membantu pencapaian target 100 ribu penumpang per hari,” papar William Sabandar.

Pencapaian target itu, William Sabandar harapkan juga dapat tercapai melalui integrasi moda ditambah dengan perbaikan jaringan jalan dan trotoar di Jakarta.

“Lima bulan kedepan ini, kita akan fokus untuk perbaikan jaringan jalan dan trotoar plus jalur sepeda di sepanjang lima stasiun layang MRT. Ini akan dikerjakan Dinas Bina Marga DKI,” ungkapnya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *