Puluhan Warga di Ciseeng Bogor Panik Usai Hadiri Tahililan Pasien Positif Corona

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM –  Puluhan warga di Kampung Malang Nengah, Desa Ciseeng, Bogor, geger setelah mengetahui tetangganya yang baru meninggal pekan lalu dinyatakan positif virus corona. Pasalnya, saat warga tersebut meninggal, warga sekitar langsung menggelar tahlilan.

Gambaran kepanikan warga diketahui setelah ada pesan berantai tersebar melalui aplikasi WhatsApp di kalangan warga.

Muat Lebih

“Diimbau kepada seluruh warga Cibeuteung Udik karena di Kecamatan Ciseeng sudah positif ada dua orang yang terkena virus Covid-19. Satu meninggal, satu sudah dikarantinakan bahkan kelemahannya diadakannya tahlilan di rumahnya. Sekarang puluhan orang jadi ODP termasuk kepala desanya. Demikian imbauan kepada seluruh warga Cibeuteung Udik, jangan berkunjung ke wilayah Desa Ciseeng termasuk ke Pasar Ciseeng dan lainnya, dan jangan menerima tamu dari orang-orang desa kita,” kata suara tersebut.

Sekertaris Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Heri Isnandar, membenarkan informasi perihal warga yang mengadiri tahlilan di rumah korban meninggal yang dinyatakan Covid-19. Menurutnya, warga baru mengetahui setelah tahlilan hari ke tujuh selesai.

“Awalnya tidak tahu tapi setelah keluar data monitoring Covid-19 Kabupaten Bogor dan warga tersebut positif akhirnya warga yang tahlil dinyatakan ODP,” kata Heri kepada wartawan, Senin (13/4/2020).

Heri menceritakan, saat jatuh sakit korban sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong. Warga tidak ada yang mengetahui bahwa korban tersebut mengalami gejala Covid-19. Saat meninggal dunia korban dimakamkan di Cibinong dan tanpa protokol pemakaman Covid-19.

“Jadi sebelumnya emang warga enggak tahu mengiranya meninggal sakit jantung tapi pas setelah hari kedelapan info dia covid-19 baru keluar. Dan tidak dimakamkan di Ciseeng. Dimakamkannya pun tanpa sesuaikan protokol covid-19,” jelas Heri.

Menurut Informasi laporan ketua RW, kata Heri, ada 25 orang yang menghadiri tahlilan tersebut. Namum belum diketahui melakukan kontak selama di rumah korban. Rencananya hari ini Puskesmas Ciseeng akan melakukan pemeriksaan dan rapid tes. Pemeriksaan anggota keluarga dan pembantunya akan diprioritaskan lebih dulu.

“Sementara belum ditetapkan ODP, masih calon ODP, interaksinya seperti apa intens pada saat kemarin dan sebelumnya bagaimana sedekat apa warga saat di rumah almarhum. Sudah didata beberapa siapa saja yang ikut warga sekitar. Benar kepala desa ke rumah tahlilan tapi hanya malam terakhir saja dia tahzia saja,” kata Heri.

Heri mengungkapkan, saat ini sudah ada dua warga di wilayahnya yang positif terdata di website resmi covid-19 Kabupaten Bogor. Namun dirinya tidak mengetahui lokasi di mana warga tersebut tinggal.

“Ya betul tapi sejauh ini kita belum tahu di mana. Kan data awalnya dari rumah sakit, belum terkonfirmasi dua orang itu siapa. Atas nama siapa di desa mana. Kita belum mendapat konfirmasi itu dari dinas kesehatan juga,” katanya.

Atas kejadian ini, Heri mengimbau agar Kepala Desa hingga tingkat rukun warga menyosialisasikan imbauan pemerintah terkait covid-19. Warga diimbau menggunakan masker, tidak bertemu dengan berkerumun dan tidak berpergian jika tidak ada keperluan mendesak. Aparatur mengedukasi agar warga tidak panik.

Imbauannya, ada pesan berantai dari warga-warga desa akan melakukan penutupan. Terkait rekaman yang beredar, kata Heri, aparat diminta tidak mengeluarkan statemen yang membuat panik masyarakat. Seperti saat di antara warga dinyatakan ODP. Perlu edukasi penjelaskan ODP seperti apa.

Heri berharap masyarakat sekitar tetap waspada dan tidak panik. Ia juga meminta masyarakat untuk menjalankan imbauan menjaga jarak untuk mengurangi risiko penularan COVID-19. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *