Ratusan Warga Unjuk Rasa Tolak Kedatangan WNI Dari Wuhan

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Sejumlah warga Natuna Kepulauan, Riau menolak kehadiran WNI dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Alasan penolakannya itu dikarenakan warga takut akan terkena virus Corona.

Salah satu warga Natuna, Dede Irawan mengatakan tidak setuju WNI dari China dievakuasi di daerahnya. Meskipun pemerintah megklaim WNI yang dipulangkan ke tanah air terbebas dari virus Corona.

Muat Lebih

“Yang dari China itu rencananya mau diletakan di bandara itu, bandara Raden Sadjad.  Udah itu sekarang ini kami dari Natuna, menolak kedatangan WNI tersebut,” tegas Dede.

Lebih lanjut, Dede meragukan klaim pemerintah yang menyatakan WNI yang dipulangkan itu sehat. Kalau sehat kata dia, ia mempertanyakan mengapa pemerintah tidak langsung memulangkan mereka kepada keluarganya masing-masing.

“Kalau pun mereka ternata tidak terindikasi dari virus disebabkan sekarang ini, corona. Bagusnya dikembalikan aja masing masing. Kenapa dikarantina disini,”jelas Dede.

Ia juga mengkritisi pernyataan yang dikeluarkan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang menyatakan, Hanggar Lanud Sadjad jauh dari pemukiman warga. Dede menilai pernyataan itu tidak benar.

“Fasilitas fasilitas aja kurang memadai. Nah, itu bandara dengan masyarakat sini bukan 6 kilo. Salah itu pemberitaan nya. Menurut kita, itu Cuma sekilo lebih,”terang Dede.

Sebelumnya, Pemerintah berencana melakukan evakuasi terhadap WNI yang berada di Wuhan, China pada hari ini, Kamis 01 Januari 2020. Nantinya, WNI yang baru tiba ini akan langsung menjalani transit obsevation, yakni protokol evakuasi standar WHO di Hanggar Lanud Raden Sadjad, Natuna. Mereka akan dikarantina selama dua pekan kedepan, untuk melakukan observasi.

Panglima TNI  Marsekal Hadi mengatakan dipilihnya, Natuna sebagai tempat observasi bagi WNI yang baru tiba dari Wuhan, lantaran Lanud ini sudah memenuhi kriteria.

Hadi menjelaskan Natuna memiliki pangkalan militer dengan fasilitas rumah sakit yang dikelola Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU).

Natuna, menurut Hadi, juga memiliki landas pacu (runway) yang berdekatan dengan wilayah yang akan dijadikan kawasan isolasi alias observasi.

“Sedangkan jarak dari hanggar atau kita katakan gedung sampai ke tempat penduduk kurang-lebih 5-6 km. Kemudian menuju dermaga kurang-lebih 5 kilometer, sehingga dari hasil penilaian itu memenuhi syarat untuk protokol kesehatan sehingga Natuna dipilih menjadi tempat transit sementara sampai dinyatakan bebas bisa bertemu keluarga,” papar Hadi.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *