Ratusan WNA Jemaah Tabligh Diisolasi di Sunter Jakarta Utara, 24 Diantaranya Positif Covid-19

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Terdapat ratusan Warna Negara Asing (WNA) Jemaah Tabligh yang saat ini, Ahad (19/4/2020) sedang diisolasi di masjid Masjid Al Muttaqien di Sunter, Tanjung Priuk Jakarta Utara.

Menurut ketua RT setempat, Suparjiono, ada sekitar 266 WNA yang ada di masjid tersebut, jumlah itu diluar WNI yang ikut membantu kebutuhan pangan mereka.

Muat Lebih

“Sebenarnya mereka juga ingin pulang ke negara masing-masing. Tapi sejauh ini kebanyakan enggak dapat tiket pesawat. Misalnya ada yang mau ke Qatar, pesawat cuma sampai Pakistan terus enggak ada jalan dari Pakistan,” ucap Suparjiono kepada wartawan.

Menurut Suparjiono, saat ini pihak RT nya mengisolasi masjid tersebut, sehingga tidak ada satupun warga asing yang boleh keluar masuk lokasi masjid.

Sementara itu, Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Utara, Yudi Dimyati menyebutkan sedikitnya ada 24 orang jemaah tabligh akbar Masjid Al Muttaqien dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan rapids test ke semua Jemaah yang diisolasi tersebut.

24 jemaah yang terdiri dari WNI dan WNA itu saat ini telah dipindahkan ke Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat setelah sebelumnya menjalani prosedur swab test. Namun, untuk hasilnya sendiri baru keluar dalam waktu tujuh hari ke depan.

“Sudah, 24-nya sudah di-swab langsung habis rapid test. Langsung di-swab dan dirujuk ke Wisma Atlet,” lanjut Yudi.

Sebagai tambahan informasi, pemerintah melakukan rapid test seperti ini agar bisa segera mendeteksi siapa saja yang positif Covid-19.

Pasalnya dalam acara seperti tabligh akbar yang dihadiri banyak jemaah, dilansir dari BarisanNews, sudah menjadi kebiasaan jika saling bertemu, terlebih saudara atau kawan lama dari jauh, hampir dipastikan setelah berucap salam, tentu bersalaman, bahkan berpelukan tanda keakraban dan kerinduan mendalam.

Mereka juga saling sapa, bercerita, tertawa, makan bersama, bahkan biasanya satu nampan berjamaah. Tidurpun dalam satu tenda, atau satu kamar, atau di ruang masjid yang berdesakan.

Sementara itu, sebaran virus corona bisa saja lewat tanpa diketahui di antara para jemaah. Siapa yang berpotensi membawanya, dan siapa saja yang tertularinya. Maka dari itu, dikhawatirkan jika ada satu yang terinfeksi maka akan dengan cepat menyebar ke yang lain dan membuat pandemi ini tak kunjung usai. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *