Resmikan Dermaga II Telaga Punggur Batam, Menhub: Komitmen Kami Bangun Konektivitas

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meresmikan Dermaga II Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, Kamis (25/2/21) sore. Peresmian ini ditandai dengan membunyikan sirine di lokasi.

Menhub mengapresiasi ASDP yang telah melakukan upaya yang tidak mudah untuk membangun dermaga ini. Terlebih, saat ini banyak BUMN yang dihadapi kondisi keuangan perusahaan yang kurang baik karena terdampak pandemi Covid-19.

Muat Lebih

“Ini tandanya negara hadir. Walaupun di tengah pandemi kami tetap berkomitmen untuk membangun konektivitas, khususnya pada angkutan penyeberangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (25/2/2021).

Menurut Budi, konektivitas laut di Kepri mutlak diperlukan mengingat wilayah tersebut memiliki pulau-pulau kecil dan 96 persennya adalah lautan. Oleh karena itu, adanya angkutan penyeberangan akan membantu masyarakat di Kepri untuk melakukan mobilitas sehari-hari.

“Konektivitas laut antarpulau adalah milik masyarakat kebanyakan, khususnya di Kepulauan Riau. Mereka membutuhkan angkutan penyeberangan yang berkeselamatan untuk bisa sampai ke kampung halaman dari Batam, atau yang akan menuju ke Batam untuk bekerja,” ungkapnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan, transportasi laut antar pulau di Kepri ini adalah milik masyarakat. Berarti tidak boleh menarik benefit yang terlalu tinggi, karena masyarakat harus sampai di kampungnya atau balik ke Batam untuk bekerja. Pelabuhan Lembar Lombok Masih Dipadati Pemudik

“Ini untuk masyarakat, bukan untuk mengambil keuntungan yang tinggi dermaga ini dibangun,” katanya.

Sebagai informasi, Dermaga II mulai dibangun pada 3 Februari 2020 dan telah dinyatakan rampung pada 28 November 2020. Proyek Dermaga II Telaga Punggur, Batam senilai Rp60 miliar ini merupakan dermaga jenis moveable bridge dengan tipe quay wall berkapasitas 80 ton memiliki panjang 75 meter dan lebar 12 meter dengan kedalaman kolam 5-10 meter untuk kapal dengan draft hingga 4,125 meter.

Dermaga ini mampu disandari kapal berukuran 560 GRT hingga 5.000 GRT. Adapun dermaga eksisting yang beroperasi saat ini, yakni dermaga 1 dengan kapasitas 30 ton dan bisa disandari kapal maksimal 1.500 GRT. [rif]

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *