Rommy Divonis 2 Tahun Penjara, Eks Menag LHS Disebut Kecipratan Rp 70 Juta

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy, divonis 2 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Jakarta, dalam kasus suap jual beli jabatan Kementerian Agama, Senin (20/1/2020).

Vonis hakim ini diputuskan bulat atau tanpa perbedaan pendapat hakim (dissenting opinion). Vonis terhadap Rommy lebih ringan dari tuntutan jaksa KPK Wawan Yunarwanto yang menuntut Rommy dipenjara selama 4 tahun dan denda Rp 250 juta subsider 5 bulan kurungan. Plus meminta hakim mencabut hak politik Rommy selama 5 tahun terhitung setelah menyelesaikan masa pemenjaraan.

Muat Lebih

“Menyatakan terdakwa Muhammad Rohamurmuziy telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Dengan ini, menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun serta denda Rp 100 juta subsider 3 bulan,” kata Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri ketika membacakan vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Dengan ketentuan andaikan terdakwa tidak membayar denda tersebut, diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan,” tambah Hakim Fahzal.

Rommy disebut terbukti menerima suap dari eks Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanudin dan dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik M Muafaq Wirahadi.

Sementara itu, hakim anggota Ponto saat membacakan surat putusan untuk Romahurmuziy (Rommy) dalam sidang ini menegaskan, mantan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin (LHS) menerima uang Rp 70 juta dari Haris Hasanudin, melalui ajudannya Heri Purwanto.

“Lukman Hakim Saifuddin menerima sebesar Rp 70 juta yang diterima oleh Lukman Hakim tanggal 1 Maret 2019 sejumlah Rp 50 juta dan tanggal 9 Maret 2019 sejumlah Rp 20 juta melalui Heri Purwanto selaku ajudan Lukman Hakim Saifuddin,” kata hakim.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *