Rugikan Petani dan Pengusaha Lokal, Jaringan Rakyat Korban Kapulaga di Banjarsari Minta Polisi Tidak Berpihak kepada Oknum Mata Sipit

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM — Puluhan massa yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Korban Kapulaga (JRKK) Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menggeruduk kantor Mapolsek Banjarsari Polres Ciamis. Selasa (23/03/2021).

Kedatangan massa ke Mapolsek Banjarsari lantaran warga mengaku merasa dirugikan karena telah diadu domba oleh oknum keturunan China.

Muat Lebih

Dari pantauan dilapangan, massa yang datang ke Mapolsek Banjarsari menyampaikan tujuh tuntutan kepada Polisi diantaranya supaya menindaklanjuti beberapa kasus yang dilakukan oleh AN yang diduga sudah melakukan penggelapan barang dan masuk ke area pekarangan tanpa izin.

Koordinator Lapangan Aksi, Ali menjelaskan bahwa tuntutan ketiganya meminta Polisi supaya tidak lalai dan melakukan pembiaran atas persoalan yang sedang dihadapi.

“Ini sebuah gerakan masyarakat yang nasibnya merasa dipermainkan oleh orang yang bukan warga sini, dan punya kecenderungan kekuatan uang sehingga terjadi adu gesek antar warga,” ujar Ali kepada wartawan, di Mapolsek Banjarsari, Selasa (23/03/2021).

Praktik monopoli dagang yang dilakukan oleh oknum keturunan etnik China, kata Ali, diduga sudah dilakukan di Kecamatan Banjarsari terhadap petani dan pengusaha lokal.

“Padahal orang tersebut difasilitasi dan dicarikan barang, namun malah menebarkan isu-isu yang tidak baik terhadap mitranya sendiri,” tuturnya.

Menurut dia, oknum keturunan etnik china juga sudah berupaya menyebarkan berita hoax terhadap masyarakat sekaligus mengiming – imingi uang pada warga.

“Ini jelas upaya adu domba yang dilakukan si oknum, tentu sangat merugikan masyarakat petani dan pengusaha lokal, polisi harus hadir dan tidak berpihak kepada oknum mata sipit,” cetusnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Banjarsari , Kompol Badri membenarkan adanya tujuh poin yang menjadi tuntutan masyarakat yang datang ke Mapolsek.

“Bagi kami mau orang Tionghoa ataupun pribumi, selama masih masyarakat Indonesia tentu kami akan berdiri seadil-adilnya sesuai undang-undang,” ucapnya.

kata Badri, upaya pemanggilan sudah dilakukan terhadap kedua belah pihak. Namun, dua belah pihak selalu bersebrangan ketika hadir.

“Kemarin yang itu hadir yang ininya enggak. Nggak tahu tuh dari masing-masing ini ada upaya membalas atau gimana. Pastinya kami akan tetap adil,” tutupnya. [ind]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *